Page 458 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 458
KH. Yusuf Chudlari | Pendekatan Kultural dan Kewirausahaan Gus Yusuf
“Bukan berarti pesantren ini mendorong santri agar menumpuk
harta sebanyak-banyaknya. Namun, demi kelancaran mengabdi
di masyarakat, segala kebutuhan mobilitas sosialnya harus ter-
penuhi. Bagaimana caranya? Ya harus berwirausaha. Apalagi Is-
lam mengajarkan pentingnya berdagang, sebagaimana Kanjeng
Nabi sendiri,” ujarnya.
Sebelum Pesantren Entrepreneurship berdiri, kegiatan-kegiatan
pelatihan keterampilan diselenggarakan di komplek pesantren
API Tegalrejo Magelang. Pesertanya adalah santri-santri dan
pemuda-pemuda desa sekitar pesantren. Pelatihan ini pernah
diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Ker-
ja, Kementerian UMKM dan Koperasi, Kementerian Sosial, dan
dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Magelang.
Pelatihan meliputi perbengkelan, servis elektronik, servis hand-
phone, pelatihan kuliner (catering), kuliner kue (jajan pasar),
marketing offline dan online, dan pelatihan pengolahan hasil
pertanian. Namun setelah Pesantren Entrepreneurship berdiri,
kegiatan-kegiatan pelatihan keterampilan life skill santri dipu-
satkan di Meteseh, Tempuran. Tujuannya, agar selama pelatihan
para santri lebih fokus menyerap ilmu-ilmu kewirausahaan yang
diajarkan oleh para tutor atau instruktur.
Pesantren entrepreneurship didedikasikan Yusuf bagi mas-
yarakat umum yang ingin menyerap keterampilan-keterampilan
terapan (life skill). Aula di Pesantren Entrepreneurship mampu
menampung lebih 200 orang sekaligus, beserta fasilitas-fasili-
tasnya. Pesantren ini berjarak 15 kilometer arah barat dari API
Tegalrejo. Perjuangan mengembangkan pesantren entrepreneur-
ship, oleh Yusuf dimaknai sebagai jihad kewirausahaan.
Jihad kewirausahaan adalah doktrin kontemporer berbasis lang-
| 444

