Page 464 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 464
Yusuf Murtiono | Pejuang Kedaulatan Desa
Didikan agar lebih peduli kepada sesama tidak hanya diperoleh
dari orang tuanya. Tetapi juga ketika dia pindah ke Banyuwan-
gi, saat baru tamat sekolah dasar. Di Banyuwangi dia tinggal
bersama ibunya di komplek Pesantren Darussalam, Blokagung,
Banyuwangi. Pesantren ini didirikan dan diasuh oleh KH.
Mukhtar Syafaat (almarhum), kakak kandung dari Mbah Sarmi-
nah (nenek Yusuf Murtiono).
Dari Kyai Mukhtar Syafaat, Yusuf kecil betul-betul belajar. Ti-
dak hanya mengaji, tetapi juga belajar peduli kepada orang lain.
Hampir seluruh waktu, tenaga dan perhatian pengasuh pertama
Pesantren Blokagung tersebut dicurahkan sepenuhnya untuk
melayani santri dan masyarakat.
Menurut penuturan Yusuf, berkali-kali Kyai Syafaat kehabisan
uang, baik ketika di rumah maupun di perjalanan. Karena uang
yang tersedia seringkali diberikan kepada orang yang membu-
tuhkan, tanpa melihat jumlahnya. Bahkan pernah suatu waktu,
Yusuf “dimarahi” oleh kyai gara-gara di dekatnya ada dua ekor
kambing yang tidak ada makanannya. Itulah salah satu yang
membentuk karakter kepedulian Yusuf Murtiono.
Fasilitasi Musyawarah Dusun.
| 450

