Page 469 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 469
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
menyampaikan niatnya untuk mondok dan ngaji. Yang menar-
ik, tiga hari kemudian, Kyai Muzani tiba-tiba minta Yusuf agar
mengajar di madrasah diniyah yang santrinya kebanyakan dari
desa sekitar pondok, yaitu Desa Kritig dan Desa Banjarwina-
ngun. Tentu saja Yusuf kaget, karena dia tidak bilang ke Kyai
Muzani bahwa dia pernah mondok sebelumnya.
“Ngapunten, Kyai, kula dereng saged (Maf, Kyai, saya belum
bisa, ed.),” jawab Yusuf dalam bahasa Jawa halus.
“Ya sebisa-bisanya saja,” Kyai Muzani menimpali.
Yusuf pun tidak bisa menolak. Karena itu, dia lalu berkonsultasi
kepada santri-santri senior di Pesantren Darussa’adah. Akhirn-
ya dia pun diberi tugas mengajar sambil membantu mengurus
madrasah diniyah. Tujuh hari kemudian, dia diminta menjadi
pengurus Pesantren di bagian kesekretariatan. Bagi Yusuf, ini
bukan pekerjaan berat karena selama di Pesantren Blokagung
sudah pernah melakukannya. Sejak saat itulah dia mengabdikan
hidupnya di Pesantren Darussa’adah, mulai dari mengurus pon-
dok, madrasah diniyah, pendidikan formal, hingga pembangu-
nan pondok.
Berjejaring dengan Aktivis Pemberdayaan
Selama menjadi pengurus Pesantren Darussa’adah, Yusuf ser-
ing menghadiri undangan kegiatan dari beberapa lembaga, an-
tara lain dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Mas-
yarakat (P3M). Dari sinilah gagasan tentang pengembangan
masyarakat melalui pesantren lahir. Dari sini pula Yusuf mulai
berkenalan dan berteman dengan para aktivis pemberdayaan, di
Kebumen khususnya dan beberapa kota lainnya. Maka disku-
si dan kajian dengan kalangan aktivis semakin intens terutama
| 455

