Page 471 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 471

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren



            Hal yang sama terjadi di Kebumen, tempat Yusuf Murtiono dan
            kawan-kawan memperjuangkan hak-hak rakyat dan kedaulatan
            desa. Berkat mendirikan LP2M, akhirnya Yusuf aktif memba-
            ngun diskusi, dialog dan komunikasi dengan berbagai elemen
            kelompok masyarakat sipil baik di Kebumen maupun  luar Ke-
            bumen. Bahkan Yusuf terlibat aktif dalam forum-forum gerakan
            masyarakat sipil, hingga membentuk Forum Masyarakat Sipil
            (FORMASI) yang masih bertahan dan eksis sampai saat ini.


            Formasi lahir didasari atas keprihatinan terhadap kondisi desa di
            Kebumen yang tidak memiliki kapasitas apapun dalam menye-
            lenggarakan pemerintahan dan pembangunan desa. Praktis, pen-
            danaan seluruh aktivitas desa hanya bersumber dari apa yang
            dimiliki desa sendiri. Mulai dari tanah kas desa (di Kebumen
            hanya sekitar 30% dari jumlah desa), dan sebagian besar dari
            swadaya masyarakat.


            Jauh sebelum UU Desa lahir (UU No. 6 Tahun 2014), Yusuf
            Murtiono dan kawan-kawan telah berjuang keras untuk mengim-
            plementasikan amanat UU No. 32/2004 yang merupakan revisi
            dari UU No. 22/1999. Dalam UU tersebut, pemerintah daerah
            mempunyai kewajiban untuk memberikan Alokasi Dana Desa
            (ADD) kepada desa yang berasal dari dana perimbangan keuan-
            gan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota. Per-
            intah  UU tersebut  kemudian  diterjemahkan  melalui  Peraturan
            Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005. Besaran ADD dimandatkan
            sekurang-kurangnya 10% x (DAU – Belanja Pegawai).


            Tidak seperti desa-desa lain yang inisiatif pelaksanaannya be-
            rasal dari kepala daerah, perjuangan ADD di Kebumen dilak-
            sanakan lebih karena kuatnya desakan masyarakat. Dalam hal
            ini, para aktifis LSM yang berkolaborasi dengan para birokrat



                                                                      | 457
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476