Page 474 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 474
Yusuf Murtiono | Pejuang Kedaulatan Desa
Meski demikian perjuangan ADD masih berlangsung alot. Seti-
dak-tidaknya dibutuhkan waktu setahun lebih sejak itu hingga
akhirnya draft disetujui. Itupun dengan berbagai rintangan yang
cukup sulit seperti kemunculan Raperda perpanjangan masa
jabatan kepala desa, usulan penundaan pengesahan menunggu
pelaksanaan pemilu, dll. Akibatnya, Yusuf Murtiono bersama
kawan-kawan pun perlu mengambil langkah menurunkan mas-
sa dalam jumlah cukup banyak (hingga mencapai jumlah seribu
lebih), dalam beberapa kali momen yang dinilai penting.
Selain menghadapi respon negatif dari Pemkab dan DPRD, per-
juangan ADD di Kebumen juga menghadapi tantangan berupa
adanya upaya untuk memutus dukungan masyarakat. Terutama
dari para kades dan perangkat desa, dengan diajukannya per-
da perpanjangan jabatan kepala desa menjadi 10 tahun. Dengan
berbagai rintangan, akhirnya Perda ADD disahkan. Meski de-
mikian, pelaksanaan ADD juga tidak otomatis berjalan mulus.
Meski awalnya kelihatan enggan mengalokasikan anggaran un-
tuk desa, melalui sejumlah perdebatan di dalam musrenbang,
akhirnya Pemda menyepakati untuk mengalokasikan anggaran
untuk pendampingan desa yang memenuhi persyaratan perda.
Dana dialokasikan atas nama program Penguatan Kapasitas
Masyarakat dan Desa (PKMD) dengan besaran dana kurang
lebih 600 juta. Ini merupakan tantangan berat, karena dengan
dana sebesar 600 juta tersebut mereka harus mendampingi desa
yang jumlahnya cukup banyak, 449 desa. Dana tersebut dibel-
ikan kertas dan spidol (ATK) untuk proses pendampingan.
Pendampingan Desa
Untuk memastikan Program pemenuhan prasyarat pelaksanaan
ADD bisa berjalan dengan baik, terdapat sembilan orang yang
| 460

