Page 475 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 475
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
ditunjuk sebagai fasilitator kabupaten. Salah satunya adalah
Yusuf Murtiono. Keberadaan mereka dikukuhkan dengan SK
Bupati, bekerja selama sembilan bulan untuk menyiapkan desa.
Dengan jumlah fasilitator yang sangat terbatas, masing-masing
harus mendampingi beberapa kecamatan, karena jumlah kes-
eluruhan kecamatan saat itu mencapai 26 kecamatan.
Program penyiapan ini berupa Program Penguatan Kapasitas
Masyarakat dan Desa (Program PKMD) untuk menyiapkan do-
kumen Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Desa (RP-
JMDes), Rencana Pembangunan Tahunan Desa (RPTDes), An-
ggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dan Peraturan
Desa tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Kebijakan
Pemerintahan Desa. Karena dalam Perda ADD, sebelum ADD
dilaksanakan, pemerintah Kabupaten wajib memfasilitasi peny-
usunan beberapa dokumen di atas.
Pada tahun pertama, pelaksanaan pendampingan desa baru men-
capai 89%. Karena itu, mereka melakukan proses negosiasi agar
program dilanjutkan di tahun kedua. Menurut penuturan Yusuf,
ada resistensi yang sangat kuat dari pihak Pemda. SK Bupati
tentang fasilitator tidak segera dikeluarkan. Yang lebih unik, be-
gitu SK keluar setelah mereka bekerja selama 4 bulan, pada hari
yang sama keluar pula SK pemberhentian.
Meski sudah diberhentikan dengan SK Bupati, para Fasilitator
Kabupaten terus bekerja. Tapi mereka turun ke desa-desa ber-
dasarkan permintaan. Hal ini menimbulkan kekagetan pihak
Pemda karena kegiatan penyiapan desa tetap berjalan meski ti-
dak ada anggaran. “Resistensi birokrasi, di antaranya muncul
karena meningkatnya kecerdasan masyarakat selama proses
pendampingan,” tutur Yusuf.
| 461

