Page 470 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 470
Yusuf Murtiono | Pejuang Kedaulatan Desa
menyoroti situasi ketidakadilan di Kebumen dan upaya-upaya
pemberdayaan masyarakat. Sejak saat itulah Yusuf makin aktif
di dunia advokasi, terutama advokasi penolakan Semen Gom-
bong (1997) dan advokasi buruh (pendampingan buruh yang di-
PHK dan tuntutan pesangon yang layak).
Dari sanalah Yusuf Murtiono bersama kawan-kawan merasa
penting mendirikan lembaga atau organisasi yang concern terha-
dap isu-isu sosial dan kemasyarakatan di Kebumen. Dari sinilah
Yusuf Murtiono bersama kawan-kawannya mendirikan LP2M
(Lembaga Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat), dan resmi
berdiri 11 Januari 1999. Lembaga inilah yang banyak melaku-
kan studi dan kajian mengenai desa. Lembaga ini pula yang me-
mayungi FORMASI (Forum Masyarakat Sipil) Kebumen. Se-
buah forum bersama yang dibentuk untuk melakukan kajian dan
pemberdayaan desa.
Advokasi Kebijakan Desa
Selama puluhan tahun desa bergulat sendirian menghadapi ke-
miskinan, keterbelakangan, dan berbagai bentuk keterbatasan
tanpa mendapat perhatian yang semestinya dari pemerintah.
Perhatian pemerintah hanya sebatas program pembangunan, se-
misal program Bangdes (Pembangunan Desa), dana IDT (Inpres
Desa Tertinggal), program pembangunan prasarana dan sarana
sanitasi dan penyehatan lingkungan, program air bersih, proyek
perencanaan perbaikan perumahan dan lingkungan desa terpadu
(P2LDT), PNPM, termasuk Bantuan Keuangan Kepada Desa/
Kelurahan (BKDK). Dalam program-program ini pun, desa ha-
nya menjadi obyek, dan sama sekali tidak terlibat dalam proses
perencanaan hingga pelaksanaan. Oleh karena itu bisa dipahami
jika hampir semua program desa gagal menjawab problem yang
dihadapi masyarakat desa.
| 456

