Page 467 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 467
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
banyak kalangan membuat Yusuf semakin matang. Ini menjadi
bekal berharga yang kelak sangat bermanfaat ketika dia aktif da-
lam berbagai kegiatan pemberdayaan desa.
Mondok Lagi
Sebagaimana pelajar pada umumnya, begitu lulus Madrasah
Aliyah (1987), Yusuf ingin melanjutkan pendidikannya ke per-
guruan tinggi. Dia memilih IAIN Sunan Ampel Malang (kini
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). Dia
pun mendaftar, ikut tes dan diterima. Namun ketika pamit ke
Kyai Syafaat, dia malah tidak diijinkan. Yusuf berusaha sabar
dan tetap di Pesantren Blokagung, mengaji sambil menjadi TU
di Madrasah Diniyah. Tahun berikutnya, keinginan melanjutkan
ke perguruan tinggi muncul kembali karena mendapat doron-
gan dari guru-gurunya, termasuk putra Kyai Syafaat. Pilihannya
jatuh ke Universitas Negeri Jember (Unej). Proses pendaftaran
pun dijalani hingga mengikuti tes penerimaan mahasiswa baru.
Dan dia merasa sangat senang ketika namanya tercantum se-
bagai salah satu calon mahasiswa yang diterima di Unej.
Berbagai persiapan dilakukan untuk berangkat ke Jember. Na-
mun, ketika pamit ke Kyai Syafaat, dia lagi-lagi tidak diijinkan
untuk kuliah. Tentu saja Yusuf cukup terpukul perasaanya. Na-
mun, sebagai santri, dia tidak berani menentang kyainya. Maka
dia pun menurut. Kegiatan sehari-hari Yusuf pun dihabiskan di
Pesantren Blokagung mengaji, membantu mengurus pesantren,
dan staf administrasi madrasah.
Namun, sebagai pribadi yang selalu haus akan ilmu pengetahuan
dan pengalaman baru, Yusuf merasa perlu untuk memperdalam
ilmu agamanya. Itulah sebabnya dia pamit ke Kyai Syafaat un-
tuk mondok lagi ke Pesantren Lirap di Kebumen. Kali ini, Kyai
| 453

