Page 468 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 468
Yusuf Murtiono | Pejuang Kedaulatan Desa
Syafaat merestui, bahkan ikut mengantarkan Yusuf ke terminal
Genteng Banyuwangi, dan memberikan uang saku untuk be-
rangkat ke Kebumen.
Pesantren Lirap sejak dahulu kala sudah sangat terkenal sebagai
pesantren yang secara khusus mempelajari ilmu alat (gramatika
bahasa Arab), yakni Nahwu dan Shorrof. Kitab-kitab lain tentu
saja tetap dikaji, namun fokus utamanya adalah ilmu alat. Kare-
na itu, lulusan Pesantren Lirap sangat ahli di bidang ini.
Begitu sampai di Pesantren Lirap, ternyata Pesantren Lirap se-
dang libur. Yusuf Murtiono diajak sowan oleh santri-santri senior
ke para kyai Lirap, termasuk ke Kyai Imam Muzani, pengasuh
Pesantren Darussa’adah yang berdiri tahun 1985. Kyai Muza-
ni adalah mantu dari pengasuh Pesantren Lirap yang kemudi-
an disediakan lahan sendiri untuk membangun pesantren yang
lokasinya hanya sekitar 150 meter dari Pesantren Lirap. Wak-
tu sowan ke Kyai Muzani itulah, Yusuf Murtiono diminta agar
mondok di Darussa’adah saja. Yusuf mengiyakan tetapi tetap
| 454

