Page 268 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 268

Demikian pula berdasarkan data dari sumber         Similarly, based on data from written sources,
                    tertulis, yaitu Bhujanga Manik dan Kakawin         namely Bhujangga Manik and Kakawin Parthayajna,
                    Parthayajna, Candi Panataran adalah tempat suci,   Candi Panataran is a holy place, a beautiful
                    pertapaan yang indah, sekaligus tempat pendidikan   hermitage, as well as a center of religious education
                    agama (Kadewaguruan). Bahkan, seseorang dapat      (Kadewaguruan). In fact, one can settle down for a
                    menetap sementara waktu untuk belajar beberapa     while to learn some of the books of religion and law.
                    kitab agama dan hukum.                                  ,Q DGGLWLRQ WR WKH ZRUVKLS RI /RUG ĝLZD  DQG

                         Selain candi pemujaan kepada dewa Siwa, dan   as a center of religious education, Candi Panataran
                    sebagai pusat pendidikan agama, Candi Panataran    is a state temple of the kingdom of Majapahit, which
                    adalah candi kerajaan (state temple) Majapahit, yang   had been built up gradually since King Jayanagara
                    dibangun bertahap sejak Raja Jayanagara hingga     up to King Suhita. One indication showing that

                    Raja Suhita. Salah satu indikasi Candi Panataran   Candi Panataran served as a royal temple was the
                    berfungsi sebagai candi kerajaan, adalah dipilihnya   choosing of two reliefs about Wisnu, namely Kakawin
                    dua relief tentang Wisnu, yaitu Kakawin Ramayana   5DPD\DQD DQG .܀VQD\DQD  WR GHFRUDWH WKH IRRW RI
                    dan .܀VQD\DQD  untuk menghias kaki candi induk     the Panataran main temple. In Java, Waisnawa is
                    Panataran. Di Jawa, Waisnawa bukan agama besar,    not a big religion, but the kings, since the time of the
                    QDPXQ UDMD UDMD  PXODL ]DPDQ 0DWDUDP +LQGX GL      Mataram Hindu era in Central Java, mostly chose
                    Jawa Tengah kebanyakan memilih Wisnu sebagai       :LVQX DV ƯVWƗGHZDWD  SDWURQ GHLW\   6HHLQJ WKLV
                    ƯVWƗGHZDWD (dewa pelindung). Melihat fungsi tersebut,   function, it is no wonder that there many remnants of
                    maka tidak heran banyak sisa-sisa fondasi-teras    the terrace foundation in the yard, which we do not
                    di halaman, yang belum kita ketahui bagaimana      know its shape and its function formerly.
                    bentuknya dahulu dan dipergunakan untuk apa.
                                                                            Narrative reliefs on the walls of gazebos of
                         Relief-relief cerita pada dinding Pendopo     the terrace contained teachings for visitors who
                    Teras mengandung ajaran bagi pengunjung            did puja and for students of Kadewaguruan. For
                    yang melakukan puja maupun bagi para murid         H[DPSOH  WKH VWRU\ RI ĝLZD DQG WKH %XGGKLVW SULHVWV
                    Kadewaguruan. Misalnya cerita pendeta Siwa dan     %XEXN܈DK DQG *DJDQJDNLQJ ZKR ZHUH PHGLWDWLQJ WR
                    Buddha %XEXN܈DK dan *DJDQJDNLQJ yang sedang        DFKLHYH NDOƝSDVDQ  DQG DFKLHYH ³NDZLUDWLQ´ ZKLFK LV
                    bertapa untuk mencapai NDOƝSDVDQ, dan mencapai     eliminating earthly desires. (hns)
                    “kawiratin” yaitu melenyapkan  keinginan yang
                    bersifat duniawi. (hns)





























                                                                                                                            239
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273