Page 374 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 374
Candi Gentong), di Gunung Lawu (Candi Sukuh, Candi on Mount Lawu (Candi Sukuh, Candi Ceta, Candi
Ceta, Candi Menggung, Candi Dumilah Atas, Candi Menggung, Candi Dumilah Atas, Candi Dumilah
Dumilah Timur, Candi Dalem Barat, Candi Pasar Kebo, Timur, Candi Dalem Barat, Candi Pasar Kebo,
Candi Pasar Dieng, dan Candi Arga Tiling), di Gunung Candi Pasar Dieng, and Candi Arga Tiling), on
Ringgit (Candi Indrakila dan Candi Laras), di Gunung Mount Ringgit (Candi Indrakila and Candi Laras),
Arjuna (Candi Madrim, Candi Retawu, Candi Wesi, on Mount Arjuna (Candi Madrim, Candi Retawu,
Candi Lepek, dan Candi Telih), serta Candi Hyang di Candi Wesi, Candi Lepek, and Candi Telih), while
Gunung Argopuro. Mengingat letaknya yang terpencil, Candi Hyang was built on Mount Argopuro. Given
maka tidak heran kalau gangguan manusia maupun their remote locations, it is not surprising to see
alam terhadap keberadaan candi-candi tersebut sangat WKH H[WHQW RI QDWXUH DQG PDQ¶V LQÀXHQFH RQ WKHVH
besar. Akibatnya, setiap waktu jumlahnya berkurang. structures. As a result, their number continue
Di samping candi berundak teras, di situs-situs to decline. In addition to the stepped pyramid
tersebut terdapat gua pertapaan, SDWƯUWKƗQ gapura, dan temples, the sites are also home to meditation caves,
sebagainya. Kesemuanya itu banyak mendapat perhatian SDWƯUWKƗQ JDSXUD DQG WKH OLNHV $OO RI WKHVH KDYH
dari para ahli antara lain Domis (1830), W.F. Stutterheim attracted the attention of archeologists such as
(1936, 1937, 1940), V.R. van Romondt (1951), dan De Domis (1830), W.F. Stutterheim (1936, 1937, 1940),
Jong (1937. V.R. van Romondt (1951), and De Jong (1937).
345

