Page 38 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 38

sehingga terbiarkan menjadi puing-puing bangunan.        a certain period of time, abandoned the temples
                     Dalam keadaaan itulah candi-candi tersebut ketika di     into oblivion. Remnants of these temples were later
                     kemudian hari ditemukan oleh para peneliti, dimulai      GLVFRYHUHG E\ UHVHDUFKHUV  DQG WKH ¿UVW GLVFRYHU\
                     sejak zaman penjajahan Belanda. Hal tersebut lah yang    was during the Dutch colonial time. Such conditions
                     juga kemudian mengharuskan adanya program-program        required restoration programs to be conducted
                     pemugaran terhadap candi-candi yang telah terabaikan     for the temples, which have been neglected. The
                     itu. Kondisi ini berbeda dengan yang ada di Bali: karena   condition of temples is different in Bali because
                     bangunan-bangunan suci tetap berfungsi, sesuai dengan    sacred structures are still in used and Hindu religion
                     penganutan agama Hindu oleh penduduk Bali pada           is embraced by the majority of Balinese, therefore
                     umumnya, maka keterawatan pun tetap terjaga.             the temples are well-maintained until today.

                           Adapun penamaan dari situs-situs candi di               The naming of temples vary in various
                     berbagai tempat itu bermacam pula. Dalam hal sisa-       places. In places where temple ruins were found
                     sisa bangunan candi itu ditemukan dalam keadaaan         abandoned by their original users, the name of
                     sudah ditinggalkan oleh para pengguna awalnya, maka      the temple is usually taken from the name of the
                     nama candi biasanya diambil dari nama desa di mana       village where the temple was found. There is also
                     candi tersebut ditemukan. Dalam pada itu selalu ada      a possibility that the name of the village consists
                     saja kemungkinan bahwa nama desa yang dikenal di         of the original name of the temple when the temple
                     waktu penemuan candi itu mengandung sisa nama
                                                                              was still in used in the past, such as “Kalasan
                     RULJLQDO candi tersebut di masa penggunaannya dulu,      Temple” in Kalasan Village, which may carry the
                     seperti dapat dicontohkan oleh nama “Candi Kalasan”      WHPSOH¶V RULJLQDO QDPH ³.ƗODĞDJUDPD´ DV LQVFULEHG
                     di desa Kalasan, yang mungkin meneruskan nama
                                                                              on the above mentioned prasasti. More example
                     otentik “.ƗODĞDJUDPD” yang tercantum dalam prasasti
                                                                              of temples, named after the places where they are
                     tersebut di atas. Demikian juga halnya dengan nama-
                                                                              situated as known today, are Plaosan Temple, Dieng
                     nama lainnya yang mengikuti nama tempat yang dikenal     Temple, Borobudur Temple, Sojiwan Temple, Mendut
                     sekarang, seperti Candi Plaosan, Candi Dieng, Candi
                     Borobudur, Candi Sojiwan, Candi Mendut, Candi














            12
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43