Page 39 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 39

Leles, Candi Batujaya, Candi Muaro Jambi, Candi        Temple, Leles Temple, Batujaya Temple, Muara
                Padang Lawas, Candi Kidal, Candi Bajangratu, Candi     Jambi Temple, Padang Lawas Temple, Kidal Temple,
                Singasari, Candi Panataran, dan lain-lain. Ada juga    Banjangratu Temple, Singasari Temple, Panataran
                penamaan oleh penduduk yang didasarkan pada wujud      Temple, and others. Temples are also named based on
                tampilan candinya seperti misalnya nama Candi Sewu     their physical forms by communities, such as Sewu
                (=candi seribu) yang didasarkan pada keadaan candi     Temple (means a thousand temples) because there are
                yang berjumlah banyak sekali dalam satu kompleks.      numerous temples in one complex. Naming temples
                Penamaan candi-candi (=pura) di Bali pun sedikit       (also called pura) in Bali is more or less following the
                EDQ\DN PHQJLNXWL QDPD SRVLVL JHRJUD¿V  VHSHUWL
                                                                       name of its geographical position, such as Tanah Lot,
                misalnya Tanah Lot, dan Gunung Penulisan.
                                                                       and Mount Penulisan.
                      Bagaimana awal pendirian bangunan suci
                                                                            +RZ VDFUHG VWUXFWXUHV  GHYDJDŽKD SUƗVƗGD
                (GHYDJDŽKD SUƗVƗGD  di India terdapat dalam 9ƗVWXĞƗVWUD,
                                                                       DUH HVWDEOLVKHG LQ ,QGLD ZDV ZULWWHQ LQ 9ƗVWXĞƗVWUD
                mulai dari pemilihan tanah yang akan dijadikan lokasi
                                                                       from the selection of land to be used for the
                pendirian bangunan tersebut, termasuk cara memilih     site of the new structures, including methods to
                tanah yang baik, menyuburkan tanah, mencari titik
                                                                       FKRRVH D JRRG VRLO  IHUWLOL]LQJ WKH VRLO  ¿QGLQJ WKH
                tengah halaman yang dilakukan dengan sebatang tongkat
                                                                       FHQWHUSRLQW RI WKH ORW E\ XVLQJ D VWLFN FDOOHG ĝDQJNKX
                yang disebut ĝDQJNKX  JQRPRQ  dan kemudian dibuat
                                                                       (gnomon) and then making a square diagram called
                kotak diagram yang disebut 9ƗVWXSXUXVDPD۬ڲDOD          9ƗVWXSXUXVDPD۬ڲDOD  6RPH RI WKH ZD\V DUH NQRZQ
                Sebagian cara tersebut dikenal di Bali, tetapi bagaimana
                                                                       in Bali, but how they do it in Java there is not any
                di Jawa tidak ada sumber tertulis yang membicarakan.
                                                                       written sources on it. However, archaeological
                Namun dari bukti arkeologis, terlihat ada perbedaan.
                                                                       HYLGHQFHV VKRZ GLIIHUHQFHV  7KH DUWLVW  ĞLOSLQ  RI
                Apabila ruang utama (JDUEKDJ܀KD  kuil didirikan tepat
                                                                       temples in Java avoided positioning the main room
                di titik pusat diagram 9ƗVWXSXUXVDPD۬ڲDOD yang disebut
                                                                        JDUEKDJ܀KD  RI WKH VWUXFWXUH ULJKW LQ WKH FHQWHU RI WKH
                EUDKPƗVWKƗQD  maka hal tersebut dihindari oleh seniman
                (ĞLOSLQ) candi-candi di Jawa. Titik pusat halaman candi,   9ƗVWXSXUXVDPD۬ڲDOD GLDJUDP FDOOHG EUDKPƗVWKƗQD
                                                                       The center point of the temple courtyard, such as in
                misalnya Kompleks Candi Prambanan, menggeser dari
                                                                       Prambanan Temple complex, shifted from the centre
                titik tengah halaman.
                                                                       point of the courtyard.
                      Bagaimana keadaan di Jawa ? Untuk memperkuat
                berdirinya candi, pertama-tama tanah di mana akan           How are things in Java? To strengthen
                didirikan candi dipadatkan dengan pasir dan batu-batu   structure of a temple, the land on which a temple
                kerikil, kerakal dan sebagainya. Namun ada pula yang   will be established has to be compacted with sand
                dibuat semacam ruangan di dalam tanah yang diisi batu   and pebbles, gravels and so on. There is also a kind
                “gundul”, pecahan bata, pasir, setelah dipadatkan didirikan   RI VSDFH FUHDWHG LQ WKH JURXQG ¿OOHG ZLWK FRPSDFWHG
                fondasi candi. Besar kecilnya fondasi tergantung pada   “gundul or bare” rocks, broken bricks, sand, for the
                ukuran candi yang akan dibangun, misalnya fondasi      foundation of the temple. The size of the foundation
                Candi Siwa Prambanan dibuat enam meter dalam tanah.    depends on the size of the temple to be built, for

                Perkecualian terdapat pada Candi                                             example Prambanan Shiva
                Borobudur, yang didirikan di atas bukit                                      Temple foundation was
                alam, tanpa diberi fondasi.                                                  created six feet deep in the
                                                                                             ground. An exception is
                       Selanjutnya yang tidak kurang
                                                                                             made for the Borobudur
                pentingnya adalah membahas tentang
                cara bagaimana mengangkat batu-                                              Temple, which was built
                batu candi, alat apa yang digunakan ?                                        on a natural hill, without a
                                                                                             foundation.
                Candi-candi di wilayah Jawa Tengah
                (Gaya Klasik Tua), kebanyakan










                                                                                                                             13
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44