Page 161 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 161

Pergerakan Perempuan
                      pada Masa Kebangkitan

                                     Indonesia








                BEBERAPA hari sebelum tanggal 17 Agustus 1945, situasi
                perpolitikan dan pergerakan di Indonesia tidak hanya diributkan
                oleh kabar kekalahan dan penyerahan Jepang terhadap Sekutu.
                Keributan yang tidak kalah hebohnya adalah keberadaan Sukarno
                sebagai satu di antara pimpinan pergerakan “atas tanah” yang tiba-
                tiba menghilang seiring kekalahan Jepang.
                     Menghilangnya Sukarno dari peredaran informasi dan komando
                gerakan nasional itu mengakibatkan situasi semakin mencekam. Hal
                ini lebih disebabkan oleh keterlibatan Sukarno dalam berkolaborasi
                dengan Jepang selama menjajah Indonesia. Ada kekhawatiran yang
                mengarah bahwa Sukarno turut menjadi korban atas kekalahan
                Jepang terhadap Sekutu.

                     Namun pada kekanyataannya, menghilangnya Sukarno itu
                hanya dibawa kabur oleh Sukarni dan kawan-kawannya ke
                Rengasdengklok. Sukarni dan pemuda lainnya yang sempat kalah
                debat seputar keinginan mereka agar Proklamasi Kemerdekaan
                segera dinyatakan pada tanggal 15 itu membawanya sejak waktu
                subuh tanggal 16 mulai menjelang.
                     Selama dalam pengamanan yang dilakukan Sukarni dan pemuda
                lainnya itu, Sukarno menjadi sosok yang dicari-cari oleh para
                pimpinan pergerakan nasional. Sebab pada pukul 10 pagi, anggota
                Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) akan mengadakan

                                             129
                                             129
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166