Page 164 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 164

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan
                   Dalam suasana yang demikian, perempuan Indonesia merasa
               terpanggil untuk ikut berjuang membela dan mempertahankan
               kemerdekaan. Organisasi-organisasi perempuan pada umumnya
               ditujukan kepada usaha--usaha perjuangan, baik di garis belakang
               dengan mengadakan dapur umum dan pos-pos Palang Merah,
               maupun di garis depan dengan nama satu badan perjuangan maupun
               tergabung dengan organisasi-organisasi lain. Timbul laskar-laskar
               perempuan dan badan-badan perjuangan, terutama di Jawa dan
               Sumatra. Tugas-tugas mereka sangat luas: di garis depan, di medan
               pertempuran, melakukan kegiatan intel, menjadi kurir, menyediakan
               dan mengirimkan makanan ke garis depan, membantu kaum
               pengungsi, memberi penerangan, dan lain-lain.

                   Dasar ketrampilan untuk tugas-tugas ini sebagian didapat pada
               masa pendudukan Jepang, di mana perempuan dalam  Fujinkai
               diharuskan mengikuti latihan-latihan guna menghadapi segala
               kemungkinan untuk membantu Jepang di garis belakang.
                   Keadaan dan latihan-latihan tersebut di atas telah dimanfaatkan
               untuk menanamkan jiwa nasionalisme, memberikan latihan-latihan
               kemiliteran, PPPK atau P3K (Pertolongan Pertama Pada
               Kecelakaan), masak untuk dapur umum dan lain-lain, semua sebagai
               persiapan menyongsong kemerdekaan .


                   embubaran, Pembentukan, dan Kembentukan, dan Kemunculan Oemunculan Organisasirganisasi
                   embubaran, P
                   embubaran, Pembentukan, dan Kemunculan Organisasi
               B. B. B. B. B. PP PP Pembubaran, Pembubaran, Pembentukan, dan Kembentukan, dan Kemunculan Oemunculan Organisasirganisasi
                     empuan
                     empuan
                  P P P P Perer erer erempuanempuan
                     empuan
                   Sejak pemerintah Jepang mengeluarkan instruksi pembubaran
               organisasi politik dan segala bentuk perkumpulan di Indonesia pada
               tanggal 20 Maret 1942 (Hendri F. Isnaeni, 2008:39), sejak itu pula
               berbagai perkumpulan atau organisasi perempuan menjadi bubar.
               Sebagai gantinya, pemerintah Jepang menyetujui pembentukan
               Barisan Pekerjaan Perempuan PUTERA  yang disusul dengan
               pembentukan Gerakan Istri Tiga A dan Barisan Puteri Asia Raya.


                                             132
                                            132
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169