Page 162 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 162

Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
                                       Perempuan  dalam  Gerakan Kebangsaan
               sidang untuk membicarakan susunan kata-kata dari naskah
               proklamasi yang telah dijanjikan Sukarno untuk segera diserahkan
               (Hendri F. Isnaeni, 2008:127). Akibat tidak munculnya Sukarno dan
               tidak hadirnya Hatta, rencana sidang itupun ditunda.

                   Rapat PPKI baru akan dilaksanakan setelah Sukarno di minta
               kembali oleh Ahmad Subarjo dan segera dibawa ke Jakarta. Adapun
               sidang PPKI itu baru dapat digelar setelah pukul 24:00 di rumah
               Laksamana Muda Tadashi Maeda. Hasil dari sidang itu berupa
               pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang kemudian
               dinyatakan pada jam 10 pagi pada tanggal 17 Agustus 1945 di
               kediaman Sukarno, Jl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta. Dalam
               naskah proklamasi itu ditanda-tangani oleh Sukarno dan Hatta, atas
               nama bangsa Indonesia.


                  Berjuang Membela Kemerdekaan
                  Berjuang Membela Kemerdekaan
                  Berjuang Membela Kemerdekaan
               A. A. A. A. A. Berjuang Membela KemerdekaanBerjuang Membela Kemerdekaan
                   Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada hari Jum’at tanggal
               17 Agus-tus 1945 itu membuka gerbang baru bagi perjuangan rakyat
               Indonesia untuk memasuki tahapan yang berbeda. Yaitu, membela
               dan mempertahankan kemerdekaan yang telah menjadi tugas dan
               kewajiban seluruh rakyat.

                   Pada waktu itu Pemerintah Jepang secara  de facto masih
               berkuasa walaupun tidak berwenang lagi untuk mengakui
               kemerdekaan Republik Indonesia. Tugas mereka hanya menjaga
               keamanan sampai Sekutu datang. Mereka telah diperintahkan
               mempertahankan “Status quo” pada waktu mereka menyerahkan
               kekuasaan pada Sekutu (Hendri F. Isnaeni, 2008:131). Ini berarti
               bahwa Indonesia masih dianggap sebagai jajahan.
                   Pada tanggal 15 Oktober 1945 tentara Inggris (dengan Ghurka-
               nya)  yang  diboncengi  tentara  Belanda  mendarat  di  Jakarta,
               Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, dan tempat-tempat lain.
               Panglima tentara Inggris langsung mengumumkan bahwa mereka


                                            130
                                             130
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167