Page 254 - Perempuan Dalam Gerakan Kebangsaan
P. 254
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
Perempuan dalam Gerakan Kebangsaan
dan Penyelesaian Perceraian (P5). Kemudian menyusul pembentukan
P 5/BP 4 di Kabupaten-kabupaten di Pulau Jawa. Kongres Wanita
Indonesia mendukung pembentukan Badan Penasehat Perkawinan
dan Penyelesaian Perce-raian (BP 4), karena BP 4 melanjutkan
pekerjaan yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda telah
dirintis, mula-mula oleh Komite Perlindungan Kaum Perempuan dan
Anak-Anak Indonesia (KPKPAI) dan kemudian menjadi Badan
Perlin-dungan Perempuan Indonesia dalam Perkawinan (BPPIP).
2) 20 Mei 1956 Peresmian Gedung Persatuan Wanita di
Yogya-karta, yang dihadiri oleh Sekretariat Kongres Wanita
Indone-sia, Ny. Maria Ulfah Santoso dan Nn. Muljati.
3) 17 Agustus — 17 Nopember 1956, Yayasan Hari Ibu
menye\lenggarakan kursus Pembangunan Masyarakat Desa yang
diikuti oleh 20 orang perempuan.
4) September 1956, mengirim peninjau ke Seminar Status of
Women Commission dari UN di Moskwa, yaitu ply. Mr. Tuti Harahap
dan Nn. Muljati, sedangkan dari Kementerian Luar Negeri diutus
Nn. Mr. Laili Rusad.
5) Mengirim 7 orang utusan ke USA atas undangan Pemerintah
Amerika Serikat, yaitu: Ny. K. SOjono Prawirobismo (Bhayangkari),
Ny. Sutedjo (PSII Wanita) Ny. Syamsuridjal (Yayasan Kesejahteruan
Anak-Anak), Ny. Sh. Said (Partai Wanita Rakyat) Ny. Zaenal Abidin
(GPII Putri), Ny. D. Soeharto’(Yayasan Hari Ibu dan Ny. S.
Kartowijono (Perwari).
6) Oktober 1956, menerima undangan dari Sovyet Women’s —
Committee untuk mengadakan peninjauan dan 10 orang berangkat,
yaitu: Ny. Maruto Nitimihardjo (Yayasan Seri Darma), Ny. Emma
Sumanegara (Parkiwa), Ny. Abdulgani Surjoku-sumo (Wanita
Demokrat), Nn. Siti Mudiyah (PPI), Ny. Kusnafsiah Slamet
(Gerwani), Ny. Lutan Madjid (Perwamu), Ny. Abdurachman (Wanita
222
222

