Page 103 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 103
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 103
dermaga. Semuanya terhanyut jauh dan esok merusakkan wilayah Bengkulu, Pulau Cinco,
paginya kami menemukan perahu-perahu Indrapura, Padang, dan Pariaman. Laporan
itu terpencar dimana-mana. Beberapa hari menyebutkan tidak ada korban meninggal
kemudian, masih terasa beberapa gempa di Bengkulu dan hanya satu orang yang
lagi, walau dengan goncangan yang lebih meninggal di Padang.
kecil. Di Padang sejumlah rumah batu, Guncangan: Guncangan sangat kuat
termasuk gereja, rusak parah. Gereja malah tersasa di wilayah sepanjang pantai dari
tak bisa dipakai lagi. Dalam perjalanan saya Bengkulu sampai Pariaman dan juga di
ke Padang, saya menemukan beberapa parit Pulau-pulau Pagai. Di Pariaman goncangan
perlindungan yang rusak berat di pantai”.. sangat kuat sehingga tidak ada orang yang
“Di Bengkulu, sebagaimana kami dengar bisa berdiri. Kerusakan besar terjadi di
kemudian, seluruh dermaga hancur, kecuali Padang dan Bengkulu, tapi yang lebih parah
kantor bea cukai.” adalah di Bengkulu, dimana seluruh struktur
Tampaknya gempa yang terjadi pada bangunan rusak berat. Benteng dan menara
waktu itu, yang juga menimbulkan tsunami, mengalami kerusakan berat sehingga harus
tidak kurang dahsyatnya dari yang terjadi di hancurkan total. Di Padang, rumah-rumah
minggu lalu. Sebelum itu, waktu Boelhauwer kayu tidak rusak tapi banyak rumah tembok
belum lama berada di Sumatra Barat, telah rusak berat. Di bagian Sumatra bagian timur
terjadi pula gempa. kerusakan bangunan dilaporkan sampai ke
“Pada suatu malam ketika saya bertamu Kota Palembang. Rekahan tanah selebar
di rumah seorang pejabat Belanda di Padang 2 kaki dijumpai di Pariaman, dan juga
terasalah gempa yang menyebabkan seorang banyak retakan-retakan tanah di sepanjang
nona yang duduk di atas bangku-bangku akan pantai antara Pariaman dan Padang dan di
meluncur ke bahagian lain seandainya tidak pinggiran sungai di Padang.
lekas dipegang oleh beberapa pemuda. Ada Tsunami: Tsunami di Padang
yang cepat memegang lampu dan ada yang mengakibatkan banyak kapal yang terbawa
memegang gelas-gelas di atas meja. Gempa hanyut bersama jangkar yang ditambatkan,
itu berulang beberapa kali. Itulah gempa dan sebagian hilang. Di pantai hempasan
yang pertama kali saya alami, seolah-olah kita tsunami mencapai ketinggian 3-4 meter.
dibuaikan. Kata orang yang telah mengalami Peta kuno Kota Padang pada tahun 1828
gempa, gempa kali ini adalah musuh yang kuat memperlihatkan perumahan yang masih
selama saya berada di Sumatra”, demikian tulis sedikit di sepanjang pantai, dan pusat
Boelhouwer (ibid.). kota masih berada di wilayah bagian utara
Gempa pada 26 Agustus 1835 sungai, sampai sekitar 1 kilometer ke arah
Gempa terjadi di Padang. Dampaknya darat. Dermaga dan bangunan pelabuhan
berupa kerusakan ringan dan retakan pada di Bengkulu tersapu tsunami, dan beberapa
bangunan di Padang. Guncangan gempa kapal terhempas ke darat. Di Pariaman,
terasa berlangsung sampai 5 menit di dilaporkan tsunami didahului oleh surutnya
Bengkulu dan sekitar 3 menit di Padang. air laut. Gelombang menghempaskan kapal-
Guncangan terasa sampai sejauh Singapura kapal dari tempat tambatannya ke samping
dan Jawa. Terjadi tsunami besar yang kiri dan kanan. Di Pulau Cinco, gelombang

