Page 107 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 107
SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA 107
Indrapura and Pulu Tjingko [Cinco tiba surut dan kemudian kembali dalam
island]. Severe shaking. The damage caused bentuk gelombang pasang yang kuat, yang
here by the tidal wave was significant, and merobek banyak kapal dari jangkarnya.
people also lost their lives. From the Gunung Getaran gempa terjadi terus selama
Singalang (volcano) people heard a loud beberapa hari.
boom, which, as at the Merapi volcano (which Di Provinsi Rau, Divisi Lubuk Sikaping,
was initially blamed for the explosion), was pada saat gempa terjadi, penduduk yang
followed by an eruption. diartikan sebagai pemberontak oleh
Priaman. The most intense quakes. Cracks penjajah Belanda menyerang Benteng
of two or more feet in breadth appeared Amerongen secara mendadak karena
in the earth. The sea drew back and then mereka menafsirkan getaran gempa tersebut
returned in the form of a powerful tidal sebagai pertanda baik untuk saatnya
wave, which tore numerous ships from their menyerang penjajah.
anchors. The shaking continued for many Catatan seorang pedagang asal
days. Pariaman,Sumatera Barat
Province of Rau, Division of Lubuk Muhammad Saleh Datuak Urang Kayo Basa,
Sikaping. The Amerongen Fort was forcibly Riwajat hidoep dan perasaian saja (huruf
attacked by rebellious natives during the time Jawi) (1914).
of the earthquake itself; they interpreted the Pedagang terkaya Pariaman pada abad
shaking as a good sign. ke-19 yang kapal-kapal dagangnya berlayar
sampai ke Susoh, dalam momoirnya, menulis
Gempa hebat terjadi di Padang yang bahwa di bulan Februari 1861 terjadi lagi
berlangsung selama 3 menit, dan terulang gempa hebat, dengan episentrum di sekitar
terus selama hari-hari berikutnya. Arah pulau Nias, yang juga menimbulkan tsunami:
guncangan dari tenggara menuju timur “…pasar Singkil tenggelam, terbenam karena
laut. Selain kerusakan bangunan, retakan gelora naik yang disertai dengan gempa
juga muncul di tanah, dimana air dan “uap bumi. Di laut dekat Tarumun [Trumon, Aceh
belerang” muncul. Setiap gempa disertai Barat—Suryadi] Gosong Djawi-djawi…[yang]
dengan suara gemuruh dari dalam tanah. penuh ditanami orang nyiur kini hilang
Gelombang pasang tsunami yang terjadi lindang dengan tidak meninggalkan kesan”,
menimbulkan kerusakan besar. demikian ditulis oleh . Salleh menceritakan
Di Indrapura dan Pulu Tjingko terjadi bahwa banyak orang di Singkil dan daerah
gempa besar. Kerusakan yang disebabkan sekitarnya mengungsi ke Ujung Bawang.
oleh gelombang pasang sangat hebat, Makam Syekh Daud Sunur, pengarang
dengan korban jiwa yang juga besar. Dari SyairSunuryang terkenal, di dekat pasar
gunung berapi Singalang orang mendengar Singkil juga habis disapu tsunami.
ledakan keras, demikian juga terjadi di Gempa pada 5 Juli 1904
Gunung Merapi yang awalnya berupa suara Lokasi gempa di Siri Sori, Sumatera Barat.
ledakan, yang kemudian diikuti oleh erupsi. Akibat gempa ini terjadi tsunami di Pantai
Di Pariaman gempa yang terjadi sangat Siri Sori. Tidak ada laporan korban.
kuat. Terjadi rekahan lebar. Air laut tiba-

