Page 105 - Sejarah Bencana Gempa di Sumatera
P. 105

SEJARAH BENCANA GEMPA DI SUMATERA                                    105


                tsunami menyapu ke darat menyapu     melewati dam alam di pinggiran sungai
                beberapa rumah dan orang. Di Indrapura, di   seperti halnya tsunami yang terjadi pada
                utara Kota Bengkulu, tsunami yang dahsyat   tahun 1797. Meskipun demikian catatan
                menerjang daratan membanjari daratan   sejarah  menunjukkan  bahwa  gelombang
                rendah.  Ada satu kampung yang tersapu   laut mencapai ketinggian 3-4 meter di
                bersih oleh tsunami. Satu orang ibu beserta   pantai Padang, yang tentunya cukup untuk
                anaknya terbawa tsunami dan hilang, tapi   menyapu wilayah pantai sampai beberapa
                banyak orang yang bisa menyelamatkan diri   ratus meter ke darat. Tapi kelihatannya tidak
                dengan  memanjat  pohon  dan  kemudian   melanda banyak perumahan yang masih
                menunggu sampai pagi. Tsunami yang sampai   jarang seperti terlihat di peta tahun 1828
                ke Pulau Seychelles yang berada sekitar 5000
                km dari pantai barat Sumatra di lautan Hindia   Berikut adalah catatan dari seorang pejabat
                tingginya  sama seperti yang  terjadi  pada   Belanda terkait gempa 1847:
                waktu tsunami Aceh-Andaman tahun 2004.
                    Dua gunung api, Marapi dan Kerinci,   Dari [du Puy, 1847], hlm 156-158.Diterjemahkan
                memperlihatkan kenaikan aktifitas setelah   oleh Maarten Schmitt, Caltech Untuk para
                gempa. Runtuhnya dam alam di puncak   editor Journal of Dutch (East) Hindia.
                Gunung Kaba menyebabkan banjir di lembah-     Seorang teman dan kekasih dari ilmu-
                lembah di lereng sebelah tenggaranya. Banjir   ilmu telah memungkinkan saya untuk
                bandang ini menyebabkan hilangnya 90   berkomunikasi berikut: pengamatan gempa
                orang penduduk. Satu kampung tenggelam   bumi besar, jatuh dalam interval waktu antara
                karena banjir dengan kedalamannya    pengamatan Mr. du Puij.
                mencapai 20 kaki (~6 meter) dan kemudian
                meninggalkan timbunan Lumpur sedalam 7   Dr. A.F.W. Stumpff
                kaki (2 meter lebih).                Pada tanggal 24 November 1833, sekitar
                    Lamanya goncangan dari gempa dan   20:00 guncangan gempa berosilasi terasa
                luas cakupan serta hebatnya kerusakan yang   di Padang, di pantai barat Sumatera, yang
                ditimbulkan mengindikasikan bahwa sumber   pada awalnya tidak dianggap serius; segera,
                gempa sangat besar. Fakta bahwa kerusakan   guncangan terjadi dengan begitu keras
                lebih parah terjadi di Bengkulu daripada di   bahwa semua orang pergi ke luar, mereka
                Padang adalah indikasi yang kuat bahwa   takut menjadi korban runtuhnya bangunan.
                sumber gempa lebih dekat ke Bengkulu,   Di luar, bumi bergetar, orangorang melihat
                artinya berbeda di bawah Kep.Pagai   dalam terang bulan pohon-pohon bergerak,
                tapi  tidak  sampai  ke  Siberut  (pulau  yang   tanah membelah  dan air  menggelegak
                berhadapan dengan Padang). Kerusakan   dengan kekuatan besar, sementara air
                akibat tsunami juga dilaporkan lebih besar/  sungai seakan mau meluap. Gelombang
                parah yang terjadi di Bengkulu – Indrapura   laut terjadi sangat aktif, orang-orang merasa
                daripada di Padang. Memang dilaporkan   takut dan kawatir bahwa gelombang pasang
                bahwa kapal-kapal di Pariaman terlepas dari   akan menghempas daratan seperti pernah
                tambatannya, tapi deskripsinya menunjukan   terjadi dalam peristiwa alam serupa di akhir
                bahwa gelombang airlaut tidak sampai   abad terakhir. Situasi ini berlangsung agak
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110