Page 164 - Cooperative Learning
P. 164
154 BAB 4
dan termotivasi untuk terlibat dalam proses pembelajaran yang
dilaksanakan. Dalam proses pembelajaran menulis bahasa Indonesia
mampu berinteraksi dengan lancar dengan mempertimbangkan
aspek-aspek menulis seperti struktur bahasa, kosa kata, koherensi
dan pemakaian tanda baca yang tepat. Selanjutnya menunjukkan
sikap positif dan sikap negatif terhadap pembelajaran metode
cooperative learning.
Sikap positif yang ditunjukkan lebih tinggi dibandingkan
dengan sikap negatif terhadap pembelajaran melalui metode
cooperative learning. Sikap positif 785% ini ditunjukkan berdasarkan
beberapa alasan terhadap pembelajaran dengan model cooperative
learning SPK lebih menarik dan tidak monoton. Hal ini dapat
dipahami dari hasil wawancara berikut ini:
Data 1 (p/s..18)
Peneliti : bagaimana perasaan anda belajar bahasa Indonesia
hari ini?
Siswa : senang dan menarik sekali
Data 2(s.23)
Siswa : seru bud an bisa berdisdkusi bersama teman
Data 3(s.31)
Siswa : bahasa Indonesia itu penting dan harus bisa
berbahasa Indonesia, barusan sangat
berkesan…diskusi bersama teman…
Sebagai gambaran dari tiga data diatas menunjukkan bahwa
proses pembelajaran bahasa Indonesia menunjukkan sikap positif
terhadap pembelajaran bahasa Indonesia dengan metode
cooperative learning mengaggap pembelajaran bahasa Indonesia
dengan metode tersebut sangat menarik dan penting bagi mereka.
Sementara 22% mereka kurang mengikuti pembelajaran
dengan metode tersebut dan mereka tidak termotivasi yang
menunjukkan sikap negatif dan lebih banyak menunjukkan perilaku
diam dan tidak terlibat dalam interaksi dalam proses pembelajaran.
B. Pembahasan
Setelah menganalisis data diperoleh hasil yang menunjukkan
sikap dalam proses pembelajaran dengan metode cooperative

