Page 167 - Cooperative Learning
P. 167
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 157
sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi
setiap individu siswa.
d) Keberhasilan SPK dalam upaya pengembangan kesadaran
berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang
dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu
kali atau sekali-kali penerapan strategi ini.
e) Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan
yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas
dalam kehidupanyang hanya didasarkan pada kemampuan
secara individu. Oleh karena itu, idealnya melalui SPK selain
siswa belajar bekerja sama siswa juga harus belajar bagaimana
membangun kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu
dalam SPK memang bukan pekerjaan yang mudah.
Kesimpulan
Peneliti memfokuskan pada sikap dalam pembelajaran menulis
bahasa Indonesia dengan metode cooperative learning dimana
tujuannya adalah untuk mendeskripsikan sikap dalam pembelajaran
menulis bahasa Indonesia dengan metode tersebut. Cooperative
learning SPK memfasilitasi dalam beraneka pengalaman konkrit
dalam pembelajaran dan mendorong dan memberikan ruang dan
peluang untuk mengambil inisiatif dalam pengembangan
keterampilan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan
penelitian, sehingga memungkinkan mereka menjadi pembelajaran
sepanjang hayat. Cooperative learning SPK melibatkan komunikasi
yang berarti tersedia suatu ruang, peluang, dan tenaga untuk
mengajukan pertanyaan dan pandangan yang logis,objektif,dan
bermakan, dan untuk melaporkan hasil-hasil kerja mereka.
Cooperative learning SPK memungkinkan guru belajar tentang
siapakah mereka,apa yang di ketahuidan bagaimana pikiran dalam
bekerja. Sehingga, guru dapat menjadi fasilitator yang lebih efektif
berkat adanya pemahaman guru.
Pembelajaran keterampilan menulis melalui metode
cooperative learning SPK menunjukkan berbagai sikap selama
proses belajar mengajar; 78% menunjukkan sikap positif dan 22%
menunjukkan sikap negative; dengan sikap positif ikut terlibat

