Page 172 - Cooperative Learning
P. 172
162 BAB 4
pemahaman tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Setiap
anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar
apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan-rekan belajar
sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua peserta
berusaha supaya semua anggota kelompok berhasil memahami dan
melengkapinya.
Roger (dalam Huda, 2009) mengatakan pembelajaran
kooperatif merupakan aktivitas pembelajaran kelompok yang
diorganisasi oleh satu prinsip bahwa pembelajaran harus didasarkan
pada perubahan informasi secara sosial di antara kelompok-
kelompok pembelajar di dalamnya setiap pembelajar bertanggung
jawab atas pembelajarannya sendiri dan didorong untuk
meningkatkan pembelajaran anggota-anggota lain.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang
dilakukan oleh siswa secara bersama-sama dalam satu kelompok.
Pembelajaran kooperatif meminimalisasi individualistis dari siswa
dan memfokuskan pembelajaran yang dilakukan secara bersama-
sama dan mendapatkan pengetahuan juga bersama. Pembelajaran
kooperatif menitikkan beratkan kepada siswa. Namun demikian,
pembelajaran ini, tidak terlepas dari kontrol guru yang bertindak
sebagai fasilitator dan motivator.
Pembelajaran kooperatif dirancang untuk mendorong peserta
didik bekerja sama bukan berkompetisi. Hal tersebut bertujuan
untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan
mengembangkan keterampilan komunikatif melalui kegiatan
interaksi sosial yang terstruktur. Johson & Johson (dalam
Wicaksono, 2015) mengemukakan lima unsur penting dalam
pembelajaran kooperatif yaitu sebagai berikut.
a. Saling ketergantungan positif, dalam pembelajaran kooperatif,
siswa merasa bahwa mereka sedang bekerja sama untuk
mencapai satu tujuan dan terikat satu sama lain. keberhasilan
dalam penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang
dilakukan oleh kelompok tersebut.

