Page 170 - Cooperative Learning
P. 170
160 BAB 4
Pendahuluan
A. Latar belakang
Dewasa ini kecenderungan sekolah-sekolah membentuk kelas-
kelas unggulan atas dasar prestasi akademik patut dikaji ulang.
Fenomena yang muncul dalam sistem persekolahan yang ada
sekarang ini cenderung memperlakukan siswa secara kurang adil
dan kurang humanistis. Siswa pandai diberi label unggul dengan
segala fasilitas yang diberikan, sementara siswa yang di kelas tak
unggul memperoleh label kurang dan predikat negatif yang lain.
Siswa pada kelompok unggul berkompetisi secara keras dan
cenderung individualistik. Sementara siswa di kelas tidak unggul
merasa tidak mampu, frustasi dan selanjutnya menerima keadaan
itu. Proses pembelajaran ini mengarahkan siswa untuk memiliki
sikap berkompetisi agar menjadi yang terbaik di antara temannya.
Hal ini terbentuk ketika guru mengatur tempat duduk yang terpisah
antara satu siswa dengan siswa yang lainnya. Mereka akan
berlomba untuk menjadi yang terbaik di mata guru dan orang tua.
Sebenarnya pembelajaran yang bersifat kompetitif dan
individualistis ini memiliki pengaruh positif dalam memotivasi siswa
belajar secara mandiri dan menjadi yang terbaik. Akan tetapi, bagi
proses pembelajaran yang sifatnya menyeluruh akan memengaruhi
siswa yang berkemampuan rendah. Kompetisi akan menjadi sesuatu
yang mengarah kepada hal yang tidak sehat. Hal ini akan
mengakibatkan siswa dengan kemampuan yang rendah akan
semakin tertinggal. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk
menghindari hal negatif dari pembelajaran tersebut terciptalah
pembelajaran yang bersifat kooperatif.
Pembelajaran kooperatif bukanlah gagasan baru dalam dunia
pendidikan, tetapi akhir-akhir ini model ini hanya digunakan oleh
beberapa guru untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti tugas-tugas
atau laporan kelompok tertentu. Namun demikian, pembelajaran
kooperatif dapat menjadi salah satu alternatif
untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pembelajaran
kooperatif mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Menggunakan pembelajaran kooperatif dapat
mengubah peran guru, dari yang berpusat pada gurunya ke

