Page 173 - Cooperative Learning
P. 173

Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP                     163

                     b. Interaksi  antara  siswa  semakin  meningkat.  Hal  ini  terjadi
                        karena  seorang  siswa  akan  membantu  siswa  yang  lain  untuk
                        sukses sebagai anggota kelompok.
                     c.  Tanggung jawab perorangan, yaitu setiap anggota kelompok
                        bertanggung jawab untuk menguasai materi pelajaran karena
                        keberhasilan belajar kelompok ditentukan dari seberapa besar
                        sumbangan hasil belajar secara perseorangan.
                     d. Komunikasi  antaranggota.  Dalam  setiap  tatap  muka  terjadi
                        diskusi.  Oleh  karena  itu,  keterampilan  berkomunikasi
                        antaranggota kelompok sangatlah penting.
                     e.  Evaluasi  proses  kelompok,  keberhasilan  belajar  dalam
                        kelompok ditentukan oleh proses kerja kelompok.
                        Menurut Slavin (1995) terdapat tiga karakteristik pembelajaran
                  kooperatif.    Pertama,    penghargaan      kelompok.     Penghargaan

                  kelompok  diperoleh  jika  kelompok  mencapai  skor  di  atas  kriteria
                  yang  ditentukan.  Kedua,  pertanggujawaban  individu,  keberhasilan
                  kelompok  tergantung  dari  pembelajaran  individu  dari  semua
                  anggota kelompok. Pertanggungjawaban tersebut menitikberatkan
                  pada  aktivitas  anggota  kelompok  yang  saling  membantu  dalam
                  belajar.  Ketiga,  kesempatan  yang  sama  untuk  mencapai
                  keberhasilan,  pembelajaran  kooperatif  menggunakan  metode
                  skoring.  Setiap  siswa  baik  yang  berprestasi  rendah,  sedang,  dan
                  tinggi  memperoleh  kesempatan  yang  sama  untuk  berhasil  dan
                  melakukan yang terbaik bagi kelompoknya.
                        Sebelum  menerapkan  proses  pembelajaran  menggunakan
                  model  cooperative  learning,  seorang  guru  tentunya  harus
                  memahami  langkah-langkah  apa  saja  yang  harus  dilaksanakan
                  supaya  proses  pembelajaran  tersebut  bisa  berlangsung  sesuai
                  dengan  apa  yang  diharapkan.  Untuk  itulah  maka  adanya
                  perencanaan  sebelum  pelaksanaan.  Perencanaan  tersebut  yang  di
                  dalamnya  terdapat  rumusan  langkah-langkah  secara  operasional
                  dalam     melaksanakan       pembelajaran      menggunakan        model
                  pembelajaran  kooperatif.  Richards  (2002)  menjelaskan  beberapa
                  langkah-langkah tersebut.
                        Pertama,  merancang  rencana  program  pembelajaran.  Pada
                  langkah ini guru merencanakan apa-apa saja yang harus dikerjakan
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178