Page 174 - Cooperative Learning
P. 174

164                                                               BAB 4


               oleh  seorang  guru  supaya  kegiatan  pembelajaran  bisa  berjalan
               dengan  lancar  dan  tidak  ada  hambatan.  Perencanaan  tersebut
               berupa  (1)  penetapan  sikap  dan  keterampilan  sosial  yang  harus
               dikembangkan oleh siswa , (2) pengorganisasian materi dan tugas-
               tugas  siswa  dalam  kelompok  kecil,  dan  (3)  penjelasan  tentang
               tujuan dan sikap serta keterampilan sosial yang harus dimiliki oleh
               setiap  siswa.  Kedua,  Merancang  lembar  observasi  yang  digunakan
               untuk mengobservasi proses pembelajaran. Dalam langkah ini guru
               lebih  banyak  berperan  sebagai  observer,  fasilitator,  pembimbing,
               dan  juga  motivator.  Pada  saat  siswa  sedang  melakukan  kerja
               kelompok,  guru  memonitor  serta  mengobservasi  kegiatan  belajar
               siswa  berdasarkan  lembar  observasi  yang  telah  dirancang.  Ketiga,
               pada     saat   mengobservasi      guru    juga    mengarahkan      dan
               membimbing siswa dalam kelompok baik secara individual maupun

               kelompok  sehingga  adanya  kolaborasi  antara  siswa  dengan  siswa
               serta  antara  siswa  dengan  guru.  Keempat.  pemberian  kesempatan
               kepada  masing-masing  kelompok  untuk  mempresentasikan  hasil
               kerja kelompoknya.
                     Jadi  dapat  disimpulkan  dalam  pembelajarn  kooperatif  tidak
               terjadi  serta-merta  tanpa  persiapan  yang  matang  dari  guru.
               Pembelajaran kooperatif ini harus dipersiapkan sebaik mungkin oleh
               guru  agar  pembelajarannya  terarah.  Dalam  pembelajaran  ini,  guru
               bertindak  penuh  sebagai  manager  yang  akan  mengatur  jalannya
               diskusi  kelompok  dan  bagaimana  diskusi  tersebut  bisa  berjalan
               dengan baik.
                     Ada beberapa tipe pembelajaran yang dapat digunakan untuk
               mewujudkan  pembelajaran  kooperarif.  Berikut  diuraikan  tipe-tipe
               tersebut. Pertama, Berpikir-Berpasangan-Berbagi (Think-Pair-Share).
               Teknik ini memberi siswa kesempatan untuk  bekerja sendiri serta
               bekerja  sama  dengan  siswa  lain.  Pada  teknik  ini  guru  membagi
               siswa  dalam  kelompok  berempat  dan  memberikan  tugas  semua
               kepada  semua  kelompok  kemudian  setiap  siswa  memikirkan  dan
               mengerjakan  tugas  tersebut  sendiri.  Setelah  itu,  kedua  pasangan
               bertemu kembali dalam kelompok berempat dan siswa mempunyai
               kesempatan  untuk  membagikan  hasil  kerjanya  kepada  kelompok
               berempat.
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179