Page 179 - Cooperative Learning
P. 179
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 169
memilih dengan sengaja dan penuh perencanaan informan dan
lokasi penelitian yang dapat membantu peneliti memahami masalah
yang diteliti. Informan dalam penelitian ini adalah satu orang guru
yang mengajar di kelas 7b Mts. Al-Huda Pekanbaru.
Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik
wawancara dan dokumen (rekaman). Wawancara dilakukan dengan
informan guna menggali informasi dan mendapatkan data.
Sedangkan dokumen yang berupa rekaman digunakan untuk
membantu peneliti merekam hasil wawancara. Dalam penelitian ini
tidak semua hasil wawancara yang peneliti analisis karena peneliti
hanya mengambil bagian-bagian penting dari jawaban informan
saja sehingga itulah yang dijadikan sebagai data utama. Data yang
diperoleh dari hasil wawancara tersebut kemudian dianalisis dan
disimpulkan.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi di lapangan yang dilakukan pada
hari Senin, 21 November 2016 di Mts. Al-Huda Pekanbaru tepatnya
di kelas 7 B pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan pokok
bahasan memahami struktur teks tanggapan deskriptif. Maka, dapat
digambarkan hasil observasinya seperti yang terdapat dalam tabel
di bawah ini.
Tabel 2. Hasil Obsevasi Interaksi Belajar Siswa dengan Model
Pembelajaran Kooperatif
No Aspek yang Diamati Hasil Pengamatan
1 Tipe pembelajaran Tidak menggunakan tipe kooperatif
kooperatif yang apapun tetapi belajar kelompok
digunakan oleh guru. cenderung terjadi secara spontan.
2 Jumlah keseluruhan Jumlah siswa dalam satu kelas
siswa dan jumlah adalah 24 orang yang terdiri dari
siswa dalam satu 10 siswa laki-laki dan 14 siswa
kelompok. perempuan. Satu kelompok terdiri
dari 4 orang, sehingga dalam satu
kelas terdapat 6 kelompok.
3 Pembentukan Pembentukan kelompok dilakukan

