Page 184 - Cooperative Learning
P. 184
174 BAB 4
dibagi di masing-masing kelompok. Sehingga ada
pencampuran antara siswa yang pandai dan siswa yang kurang
pandai dalam satu kelompok. (3)
Setiap kelompok terdiri dari berbagai tingkat kemampuan
siswa. Kelompok dibentuk oleh guru dengan cara memilih siswa
yang pandai dan siswa yang kurang pandai dalam satu kelompok.
Sehingga satu kelompok yang terdiri dari empat orang tersebut
mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda. Hal ini juga sama
seperti yang dikatakan oleh Rusman bahwa dalam pembelajaran
kooperatif struktur anggota kelompok sebaiknya bersifat heterogen.
Interaksi antara siswa satu dengan siswa lainnya dapat
dikatakan baik. Karena disaat proses belajar kelompok
masing-masing individu memberikan idenya dan saling
bekerjasama dalam memecahkan masalah. Meskipun
demikian, terkadang ada juga siswa yang kurang terlibat.
Misalnya, di dalam belajar kelompok ada siswa yang hanya
diam atau acuh terhadap kelompoknya dan hanya menunggu
hasil atau jawaban dari soal-soal yang sedang didiskusikan
tanpa ikut serta mengerjakan soal dan tidak berusaha
memecahkan persoalan yang diberikan guru. (4)
Dari hasil observasi di atas tergambar bahwa interaksi terjadi
cukup baik dalam kelompok antara satu siswa dengan siswa lainnya
dalam kelompok. Namun, terkadang ditemui juga ada beberapa
siswa yang tidak terlibat. Hal ini terjadi karena siswa dalam satu
kelompok terdiri dari berbagai tingkat kemampuan sehingga siswa
yang mempunyai kemampuan yang agak rendah malas terlibat
dalam diskusi. Padahal, guru menempatkan siswa dari berbagai
tingkatan kemampuan bertujuan agar siswa dapat bekerjasama
dengan baik. karena dalam pembelajaran kooperatif seharusnya
menggalakkan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam
kelompok.

