Page 189 - Cooperative Learning
P. 189
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 179
dalam satu kelompok dengan cara memilih siswa yang pandai dan
siswa yang kurang pandai lalu menempatkannya dalam satu
kelompok yang heterogen. Ketiga, anggota dalam kelompok belum
semuanya berperan akif, kebanyakan siswa yang aktif dalam
kelompok adalah siswa yang pandai sedangkan siswa yang kurang
pandai kurang aktif dalam kelompok. Keempat, kendala yang
dihadapi guru ketika pembelajaran kooperatif diterapkan di kelas
adalah tidak semua siswa aktif dan terlibat dalam kelompok
sehingga tidak semua siswa juga memahami materi pembelajaran.
Oleh karena itu, guru harus mengulang kembali beberapa materi
yang belum dipahami oleh siswa. Pembelajaran kooperatif di kelas
tidak membuat semua siswa memahami materi pembelajaran
sehingga ketika refleksi masih banyak materi pembelajaran yang
ditanyakan oleh siswa kepada gurunya.
Daftar Pustaka
Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, Conducting,
and Evaluating Quantitative and Qualitative Research 4th
Edition. Boston: Pearson Education
Huda, M. (2015). Cooperatif Learning: Metode, Teknik, Struktur dan
Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Richards, Jack C., & Willy A. Renandya. (2002). Methodology in
Language Teaching. Cambridge: Cambrige University Press.
Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan
Profesionalitas Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Slavin, Robert E. (1995). Educational Psychology Theory, Research
and Practice. Massachusetts: Allyn and Bacon Publisher.
Wicaksono, A. & Ahmad, Subhan R. (2015). Teori Pembelajaran
Bahasa: Suatu Catatan Singkat, Yogyakarta: Garudhawaca.
Wina, S. (2008). Strategi Pembelajaran: Beriontasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

