Page 191 - Cooperative Learning
P. 191
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 181
menyelenggarakan pada jenjang pendidikan menengah sebagai
lanjutan dari SD atau bentuk lain yang sederajat. Struktur kurikulum
SMP yang berisi mata pelajaran normatif danmuatan lokaldiarahkan
untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi,
kemampuan berkomunikasi serta keterampilan siswa untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Untuk itu kualitas
kegiatan pembelajaran harus ditingkatkan secara terus menerus
agar siswa mampu bekerja secara efektif dan efisien. Prestasi belajar
siswa di sekolah dapat mencerminkan kualitas pendidikan siswa,
namun pencapaian prestasi belajar antara siswa yang satu dengan
yang lain tidak sama. Dengan melihat prestasi belajar siswa di
sekolah merupakan salah satu cara untuk mengukur hasil
pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran.
Untuk meningkatkan prestasi belajar, seorang guru dapat
membuat suatu pembelajaran berupa strategi pembelajaran yang
menerapkan berbagai macam metode didalamnya. Strategi
pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat tercapai secara baik.
Menurut Wina Senjaya, strategi pembelajaran sifatnya masih
konseptual dan untuk menerapkanya digunakan berbagai metode
pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan ‚a plan
of opertion achieving something‛ sedangkan metode adalah ‚a way
in achieving something‛. Jadi metode pembelajaran adalah suatu
cara yang digunakan sebagai penerapan rencana yang sudah di
susun dalam bentuk kegiatan nyata yang bertujuan agar proses
pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Dengan menggunakan angket pada guru-guru SMP di Jakarta
terhadap guru-guru bahasa Inggris yang sedang mengikuti PLPG
akan diketahui metode pembelajaran yang dipraktekkan di kelas
saat ini apakah menggunakan metode konvensional atau metode
pembelajaran satu arah yaitu ceramah dan pemberian tugas dengan
ciri-ciri yang nampak pada pembelajaran tersebut adalah klasikal
berpusat pada guru dan kurang interaktif. Sehingga hal ini
menjadikan sebagian siswa kurang serius dan melakukan hal yang

