Page 185 - Cooperative Learning
P. 185
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 175
Metode yang digunakan oleh siswa dalam menyelesaikan
tugas mereka adalah dengan cara berbagi tugas untuk
menjawab soal atau memecahkan masalah. Misalnya mereka
harus menjawab atau menyelesaikan tugas dalam waktu cepat
maka masing-masing siswa mendapat bagiannya masing-
masing agar soal yang diberikan guru dapat selesai tepat pada
waktunya. (5)
Dari hasil observasi di atas tergambar bahwa siswa dalam
memecahkan persoalan dalam kelompoknya bekerja sama dengan
baik. Masing-masing anggota kelompok mempunyai tanggung
jawab untuk menyelesaikan tugas yang sudah dibagi dalam
kelompoknya. Hal ini merupakan salah satu karakteristik dari
pembelajaran kooperatif. Keberhasilan kelompok tergantung dari
pembelajaran individu dari semua anggota kelompok.
Pertanggungjawaban tersebut menitikberatkan pada aktivitas
anggota kelompok yang saling membantu dalam belajar.
Pembagian tugas yang dilakukan oleh masing-masing anggota
kelompok ini sudah mencerminkan bahwa di Sekolah Mts. Al-Huda
Pekanbaru sudah menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas.
Mereka terkadang menerima langsung ide atau saran
temannya jika yang memberi saran adalah siswa yang pandai.
Tetapi terkadang ada juga anggota kelompok yang tidak
menerima saran atau ide temannya dan egois membuat
jawaban yang menurutnya benar. Terkadang dalam diskusi
kelompok ada juga sesama anggota kelompok yang
bertengkar karena ingin mempertahankan argumennya
masing-masing dan merasa paling benar. (6)
Dari hasil observasi di atas tergambar bahwa pembelajaran
kooperatif belum terlaksana sepenuhnya di kelas. Hal ini terlihat dari
masing-masing anggota kelompok belum mampu menurunkan
egonya masing-masing untuk mencari jalan keluar dari
permasalahan yang dihadapi dalam kelompoknya. Siswa yang
merasa pandai merasa paling benar dan paling berhak untuk

