Page 175 - Cooperative Learning
P. 175
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMP 165
Kedua, Kepala Bernomor (Numbered Heads ). Teknik belajar ini
memberikan kesempatan kepada siswa-siswa untuk saling berbagi
ide-idenya serta jawaban-jawabannya yang benar. Pada teknik ini
masing-masing siswa di dalam kelompoknya memiliki nomor,
misalnya 1,2,3 dan 4. Kemudian guru memberikan tugas dan
masing-masing kelompok mengerjakannya. Setelah itu setiap
kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
setiap anggota kelompok diharapkan mengetahui jawabannya.
Selanjutnya guru memanggil salah satu nomor dan siswa dengan
nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama kelompoknya.
Ketiga, Jigsaw. Pada teknik ini, guru memperhatikan skemata
atau latar belakang pengalaman siswa yang lain dalam suasana
gotong royong. Pada kegiatan ini guru membagikan tugas yang
akan diberikan menjadi empat bagian kepada masing-masing
kelompok yang terdiri dari empat anggota. Bagian pertama tugas
diberikan kepada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua
menerima bagian kedua, dan seterusnya. Kemudian, masing-masing
siswa disuruh mengerjakan bagian mereka masing-masing. Setelah
selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dikerjakan
masing-masing. Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai
topik dalam bahan pelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara
pasangan dengan seluruh kelas.
Keempat, Student Team-Achievement Division (STAD). Siswa
ditempatkan dalam kelompok belajar beranggotakan empat atau
lima orang siswa yang heterogen. Anggota tim mempelajari dan
berlatih untuk materi tersebut dalam kelompok yang biasanya
berpasangan. Siswa melengkapi kertas kerja, bertanya satu sama
lain, membahas masalah dan mengerjakan latihan. Tugas tersebut
harus dikuasai setiap anggota kelompok. Pada akhirnya guru
memberikan kuis yang harus dikerjakan secara individu.
Kelima, Team Games-Turnament (TGT). Metode TGT
menggunakan pelajaran yang sama yang disampaikan guru dan tim
kerja yang sama seperti dalam STAD, tetapi menggantikan kuis
dengan turnamen mingguan. Siswa memainkan game akademik
dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor
timnya. Siswa memainkan game ini bersama tiga orang pada ‚meja

