Page 36 - Perjuangan Pondok Pesantren Lirboyo Dalam Peristiwa 10 November 1945
P. 36
Foto 14. KH Mahrus Aly Bersama TNI.
(Sumber : Singgih Martana Dwiatmika, 2018 : 70)
Pada malam hari dengan peralatan seadanya berangkatlah 440 Santri mengadakan pernyerbuan di bawah
komando KH. Mahrus Aly, Mayor Mahfudh dan Abdul Rakhim Pratalikrama. Adalah Syafii Sulaiman yang di
kemudian hari menjadi Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Santri yang masih berusia 15 tahun itu, diutus oleh Kiai
Mahrus untuk menyusup ke markas Dai Nippon guna mempelajari keadaan dan memantau kekuatan lawan.
Setelah penyelidikan dirasa cukup, Syafii segera melapor kepada Kiai Mahrus dan Mayor Mahfudh. Pengiriman
pertama ini berjumlah 97 Santri. Di surabaya mereka kemudian tergabung dengan Laskar Hizbullah dan Laskar
Sabilillah. Mereka siap mati di medan perang dibawah komando langsung KH. Mahrus Aly Pasukan pertama ini
berhasil dengan merampas sembilan pucuk senjata sekutu. Dengan modal senjata rampasan inilah rencana
menjadi berkembang. Setiap pasukan peleton ditarik, lalu pasukan peleton lainnya dikirimkan. Hal ini berlanjut
hingga pecah peritiwa 10 November yang berakhir dengan terbunuhnya Jendral A.W.S. Mallaby (Bahtiar dkk,
2018:92).

