Page 56 - BD - SDM Manajer Buku 2
P. 56
Bab 9 Pelatihan dan Pengembangan 45
Perlu diingat juga bahwa lingkungan bisnis tidak berdiri
sendiri. Para pesaing Anda, teknologi, undang-undang dan
peraturan senantiasa berubah. Suatu pelatihan yang dianggap
berhasil di masa lalu, mungkin tidak lagi efektif untuk masa akan
datang. Melakukan pengukuran, akan membantu perusahaan
untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Model yang paling dikenal dan sudah digunakan bertahun-
tahun untuk melakukan pengukuran efektivitas dari suatu
pelatihan adalah yang seperti yang dicetuskan oleh Donald
Kirkpatrick pada 1950. Memang banyak orang telah membuat
modifikasi dari model Kirkpatrick tetapi esensinya tetap sama.
Mereka hanya melakukan tambal sulam terhadap model orisinil
yang diciptakan Kirkpatrick. Struktur model pengukuran ala
Kirkpatrick ada empat tahapan.
Biasanya tahapan dimulai dari yang terendah hingga ke
level yang tertinggi, tapi untuk model Kirkpatrick kita bahas dari
level yang tertinggi terlebih dahulu baru turun ke level yang lebih
rendah.
1) Pengukuran Level 4
Membahas tentang hasil yang diperoleh dari suatu program
pelatihan. Apa manfaat terukur yang diperoleh bagi organisasi
dari diadakannya suatu program pelatihan. Pengukuran yang
dilakukan berkaitan dengan produktivitas, efisiensi, pendapatan
dari hasil penjualan, dan lain-lainnya tergantung dari masing-
masing perusahaan. Apakah produktivitas karyawan semakin
bertambah baik setelah mengikuti program pelatihan?
Barangkali untuk pekerjaan yang sifatnya mengoperasikan
suatu alat atau mesin, pelatihan untuk menguasai mesin atau alat
akan langsung berdampak pada produktivitas. Dalam hal ini
mesin yang menjadi penggerak utama naiknya produktivitas.
Pengukuran pada level empat dapat berupa indikator dari
laporan keuangan. Apakah kondisi keuangan semakin membaik