Page 101 - Sun Flower Full Naskah
P. 101

tahu bahwa Hae-Seol sangat ingin bertemu Kang Ji-Woo. Bisa
          So-Ra baca dari sorot mata Hae-Seol.
                 “Aku benar-benar  ingin membuat Kang  Ji-Woo mera-
          sakan rindu ini,” kata Hae-Seol.
                 “Haha… kau pasti jengkel sekarang ya?”
                 “Ssstt…”
                 “Ooppss…”
                 “Oh iya So-Ra,  bagaimana menurutmu dengan cinta
          yang beda,” Hae-Seol memberi penekanan pada kata beda di
          akhir kalimatnya. So-Ra tahu itu tentang keyakinan. Hae-Seol
          memang belum tahu banyak, pikir So-Ra.
                 “Maksudmu kau dengan Kang Ji-Woo?”
                 “Iya!”
                 “Hm… hm… dari nenek moyang Kang Ji-Woo saja sep-
          ertinya muslim. Jangan-jangan kau tidak tahu ya kalau Bunda
          itu muslimah seperti kita?”
                 Hae-Seol menggeleng. Kenapa selalu saja ada hal yang
          tidak diketahuinya? Ia bingung. Ia bahagia ah! Sesungguhnya ia
          masih bingung. Sangat. Tapi Kang Ji-Woo memang tidak pernah
          mengonfirmasi tentang hal itu.
                 “Tapi So-Ra, kenapa Bunda mengatakan karya-karyaku
          sebagai terobosan baru? Seolah ia asing melihat desain gaun
          dengan jilbab,”
                 “Astaga Hae-Seol, kau ini keras kepala atau memang
          kepalamu yang keras? Iya! Jelas terobosan baru lah! Mana ada
          yang menyamai  karya-karyamu.  Bahkan  aku mendengar  dari
          banyak pengunjung kalau model gaun-gaun karyamu itu adalah
          model baru yang belum pernah mereka lihat,”
                 “Kau ingat perempuan cantik dari Paris yang berjabat
          tangan denganmu? Bahkan dia saja mengatakan karyamu ada-
          lah terobosan baru,” kata  So-Ra lagi sambil melihat Hae-Seol
          dengan ekspresi kesal dan gemas.
                 “Pasti kau tidak tahu ada ruangan di sebelah tempat spa
          lantai empat kan?” Hae-Seol menggeleng lagi. So-Ra benar-be-
          nar ingin memberi pelajaran pada Hae-Seol. Iya! So-Ra ingin
          sekali menggigit sahabatnya satu ini.
                 “Cobalah ke sana! Itu musholla.”

                                      95
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106