Page 235 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 235
Inspiring Lecture Paragon
juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
langsung bagaimana sulitnya memulai suatu usaha dan
menjalankannya. Praktek berwirausaha mahasiswa ini didesain
dengan orientasi menghasilkan entrepreneur terutama yang menjadi
owner sebuah usaha, atau dapat disebut calon wirausaha mandiri yang
mampu mendirikan, memiliki dan mengelola perusahaan serta dapat
memasuki dunia bisnis dan dunia industri secara profesional. (Ulya,
n.d.)
Keempat, merintis terbentuknya unit kewirausahaan di Prodi
PGMI dengan nama ECDC (Edupreneurship and Career
Development Centre). Unit kewirausahaan ini direncanakan bergerak
di bidang pembinaan skill kewirausahaan mahasiswa dan bimbingan
karir bagi mahasiswa Prodi PGMI tingkat akhir, menjelang kelulusan.
Banyak lulusan perguruan tinggi yang bingung apa yang harus
dilakukan setelah lulus. Bagaimana cara melamar kerja, lembaga
mana saja yang bisa dituju serta syarat-syarat apa saja yang
dibutuhkan. Melalui bimbingan karir ini, mahasiswa dapat
menyiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mengetahui instansi
yang akan dituju dan memahami syarat-syarat yang diperlukan.
Sehingga, hal ini akan membantu kesiapan calon lulusan Prodi PGMI
untuk memasuki dunia kerja.
Kelima, setelah mengikuti serangkaian program
kewirausahaan, mahasiswa Prodi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul
Falah telah banyak yang berwirausaha, diantaranya membuka usaha
toko berisi kebutuhan sembako, pengusaha kerajinan dari kain flanel,
pedagang tanaman buah dan bunga, membuka les privat mata
223

