Page 239 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 239
Inspiring Lecture Paragon
perubahan sosial. Konsep partisipasi komprehensif tersebut dikenal
dengan istilah Civic Engagement.(Miles & Singal, 2010)
Dalam konteks pendidikan tinggi dan kemahasiswaan, Civic
Engagement dapat ditempuh dengan platform crowdfunding.
(Ehrlich, 2000; Fleurbaey, 2014)
Dukungan teknologi seperti itu, tentu dapat mendukung
komitmen sosial untuk mengubah sebuah kondisi yang tidak ideal,
seperti ketidakadilan, eksploitasi dan diskriminasi.
Persoalan-persoalan sosial memang rumit, ide mengenai
eksploitasi saja bersifat multifaceted, yang antara lain; unfair
advantage, unequal exchange, using person as means, and free riding.
(Fleurbaey, 2014)
Kategori tersebut diformulasikan dari kasus-kasus empiris
yang terjadi di masyarakat, oleh karena itu strategi untuk menghadapi
dan menanggulanginya pun perlu dipikirkan secara serius.
Bertemali dengan hal itu, pendidikan secara strategis dapat
ditempuh sebagai cara yang terprogram dan berjenjang untuk
menghasilkan masyarakat yang siap untuk menghadapi,
menanggulangi dan mengurangi persoalan-persoalan sosial tersebut.
Dan dengan pendidikan pula, tujuan-tujuan dari pembangunan
keberlanjutan, khususnya untuk pendidikan bisa dicapai.(Nava, 2001)
Menawarkan Gagasan Pendidikan Emansipatoris
Perkembangan gagasan Pendidikan Emansipatoris sudah
dikembangkan secara bervariasi dalam beberapa konteks, antara lain
dari interaksi guru dan siswa yang komunikatif-dialogis (Rukiyati &
227

