Page 242 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 242
Inspiring Lecturer Paragon
dikembangkan secara bervariasi dalam beberapa konteks, antara lain
dari interaksi guru dan siswa yang komunikatif-dialogis, Pendidikan
sejarah, studi ke-Islam-an, dan Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam Pengembangan tersebut memang belum merambah pada area
PKn secara konseptual maupun praksis. Berkaitan dengan hal
tersebut, penulis menawarkan kontruksi wacana tersebut dalam area
PKn persekolahan dan perguruan tinggi, sehingga dalam rencananya
akan terbuka kemungkinan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan
untuk tahap berikutnya.(Hamid et al., 2018)
Inovasi PKn berbasis Pendidikan Emansipatoris
Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia mengacu pada
yang disebut civic competences, antara lain: civic knowledge, civic
skills, dan civic dispositions. (Biesta, 2017; Galston, 2004) Ketiga hal
tersebut menjadi dimensi sekaligus luaran pembelajaran dalam
Pendidikan Kewarganegaraan. Kompetensi kewarganegaraan
tersebut dilihat secara substansial memiliki karakteristik yang sama
dengan Pendidikan Emansipatoris.
Keterkaitan itu disebabkan karena terdapat common ground
yang berkaitan dengan terdapatnya tuntutan pengembangan
karakteristik warga negara yang perlu dibangun dalam PKn secara
multi dimensi, yang terdiri dari dimensi pribadi, dimensi sosial,
dimensi spasial dan dimensi temporal. Tuntutan tersebut sampai pada
PKn mulai dari tingkat dasar sampai PKn di masyarakat. PKn di
Indonesia yang berlandaskan Pancasila, yang merupakan kearifan
nusantara memiliki ruang lingkup yang holistik dan strategis untuk
230

