Page 241 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 241
Inspiring Lecture Paragon
Dalam perkembangannya, wacana tersebut berlanjut secara progresif
dengan nama Pedagogik Kritis yang bisa dilacak dari pemikiran
Herwig Blankertz, Klaus Mollenhauer dan Jurgen Habermas. Dalam
teori kritis terkait pendidikan, bentuk emansipasi terpusat pada
struktur penindasan secara praktis dan teoretis dengan ambisi
demistifikasi dan memerdekakan dari dogmatisme.
Pemikiran Pendidikan untuk Kaum Tertindas yang
berkembang dari tradisi teori kritis dipopulerkan oleh Paulo Freire.
Dalam wacana emansipasi, Freire menunjuk pendidikan dengan gaya
banking yang menjadi biang keladi persoalan dalam pendidikan
modern. Pola pendidikan yang berpusat pada guru menurut Freire
justru membuat siswa teralienasi dan hanya menjadikan siswa sebagai
obyek. Padahal siswa sebagai subyek merupakan kaidah dasar yang
jangan dikesampingkan di pendidikan modern. Dalam perannya
sebagai subyeklah, siswa bisa dengan merdeka memiliki otonomi
serta tanggung jawab.
Posisi guru dan siswa, menurut Freire dan Ranciere harus
terjalin dalam proses yang bernama Praxis (aksi refleksi), yang
Pendidikan Emansipatoris sendiri bisa diartikan sebagai proses
dimana guru bersama menjadi rekan-penanya dengan rekan penanya
lainnya yang terlibat dalam aksi-refleksi. Di lain sisi, Freire juga
mempromosikan pembelajaran yang emansipatoris terkait gender,
sehingga tiga kontribusi utama yang terdiri dari to emancipation, to
literacy, dan to dialogue akan terwujud dalam pembelajaran.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa
perkembangan gagasan Pendidikan Emansipatoris sudah
229

