Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JULI 2021
P. 53

Tujuan  deklarasi  gotong  royong  adalah  untuk  mengatasi  tantangan  ketenagakerjaan  yang
              dilandasi semangat saling peduli, optimistis, dan bersama-sama bangkit dari dampak pandemi
              Covid-19.

              "Kehadiran  pekerja/buruh  dalam  deklarasi  kemarin,  sebagai  bukti  buruh/pekerja  siap
              berkolaborasi dengan pengusaha dan pemerintah dalam rangka menyukseskan PPKM Darurat
              dan vaksinasi," katanya

              Ahmad  juga  meyakini,  partisipasi  buruh/pekerja  dalam  situasi  PPKM  Darurat  sebagai  solusi
              bahwa pandemi Covid-19 yang telah menyerang Indonesia sejak awal tahun lalu hingga kini,
              harus diatasi secara serentak, dan tidak bisa dilawan secara parsial.
              "Semua  upaya  ini  tidak bisa  dijalankan  secara  parsial.  Tapi  harus  dilakukan  secara  serentak
              bersama-sama  dengan  melibatkan  pengusaha  dan  pekerja  sebagai  tanggung  jawab  dan
              persoalan bersama. Kami hadir dilandasi semangat saling peduli, optimistis, dan bersama-sama
              bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Terakhir, kami memohon kepada BUMN dan seluruh
              pengusaha untuk tidak memotong hak hak pekerja selama PPKM ini," kata Ahmad.

              Sementara Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai, menyatakan bahwa Deklarasi Gotong Royong
              PPKM Darurat yang ditandatangani oleh Kementerian Ketenagakerjaan, pengusaha (Kadin dan
              Apindo), serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/KSPSI) adalah bentuk kesamaan
              visi  dan  misi  3  pilar  dalam  hubungan  industrial.  Deklarasi  ini  sekaligus  menjadi  bangunan
              semangat  antara  ketiganya  dalam  merespons  berbagai  tantangan  ketenagakerjaan  di  masa-
              masa pandemi Covid-19.

              Menurut Yorrys, eskalasi pandemi yang semakin meningkat tajam dengan berbagai dampak yang
              dimunculkan, berkorelasi langsung dengan tatanan kehidupan masyarakat. Tidak hanya pada
              tenaga kerja, tapi juga pada sektor usaha serta pemerintah sebagai regulator.

              "Semua akibat tersebut sejatinya menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan repons
              yang arif dan bijaksana dari para stakeholder," kata Yorrys.

              Yorrys  menambahkan,  di  sama  pandemi,  khususnya  selama  PPKM  Darurat,  semua  pihak
              terdampak.  Para  pekerja  membutuhkan  perlindungan  dan  jaminan  keberlanjutas  atas  masa
              depan perekonomian mereka. Begitupun pengusaha yang memperoleh beban yang signifikan.

              "Namun hak-hak mendasar para pekerja tidak boleh diabaikan. Negara harus melindungi sektor-
              sektor  usaha  dengan  berbagai  kebijakan  yang  berpihak  pada  pekerja,"  kata  Yorrys
              menambahkan.

              Menurutnya, salah satu langkah yang dibutuhkan di masa sulit ini adalah stimulus terbaik bagi
              sektor usaha, sehingga nanti turunannya tetap memberikan manfaat bagi pekerja.

              "Paling tidak, yang terpenting saat ini adalah membangun persepsi yang sama bahwa pandemi
              Covid-19 adalah tantangan dan ujian yang harus dihadapi secara bersama-sama. Sehingga tidak
              memunculkan ego sektoral yang hanya mementingkan diri, kelompok atau golongan sendiri,"
              pungkasnya.












                                                           52
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58