Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 195

Begitu  juga  dengan  pekerja  migran.  Kepala  Badan  Perlindungan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (BP2MI)  Benny  Ramdhani  mengatakan  sepanjang  2020  sebanyak  162.000  pekerja  migran
              dipulangkan ke Indonesia.

              Sebanyak 700 pulang tanpa nyawa (meninggal dunia) dan jenazahnya diantarkan ke keluarganya
              serta 470 pulang dalam kondisi sakit.

              Terpuruk Di sisi lain, Indonesia, seperti hal negara lain, sudah melaksanakan vaksinasi yang
              diyakini mampu meredam penyebaran pandemi yang sudah menjelajah hingga 34 provinsi itu.

              Saat  ini,  cakupan  vaksinasi  dosis pertama  sudah  mencapai  21,33  persen  dari  target  40  juta
              sasaran  pada  vaksinasi  tahap  satu  dan  tahap  kedua.  Negara  ini  menargetkan  181,5  juta
              penduduk divaksinasi dari total 270 juta untuk mencapai kekebalan kelompok.

              Dibutuhkan proses panjang yang mungkin hingga tahun depan untuk menuntaskan pekerjaan
              kolosal  tersebut  karena  saat  ini  diperkirakan  baru  delapan  juta  penduduk  yang  divaksinasi.
              Capaian itu dinilai lebih baik daripada negara di kawasan Eropa, menurut Organisasi Kesehatan
              Dunia (WHO).

              Keseriusan dalam mengatasi pandemi COVID-19 juga terlihat pada penyediaan vaksin yang saat
              ini sedang dicari oleh banyak negara konsumen, meski Indonesia juga sedang melakukan uji
              klinis yang direkayasa oleh beberapa perguruan tinggi dalam negeri.

              Pada April ini, sebanyak 10 juta vaksin Sinovak akan mendarat lagi di Tanah Air untuk menambah
              persediaan yang saat ini sudah mencapai 28 juta dosis.

              Dari persediaan 28 juta itu, sebanyak lima juta sudah didistribusikan ke beberapa provinsi dan
              kabupaten/kota, 11 juta dosis vaksin akan didistribusikan pada awal bulan ini, sementara 12 juta
              dosis masih dalam proses untuk dijadikan vaksin.
              Saat  ini  pemerintah  masih  memprioritaskan  tenaga  kesehatan,  aparatur  sipil,  TNI  dan  Polri,
              pekerja BUMN dan warga lanjut usia (lansia) untuk vaksinasi. Pada saatnya nanti, vaksinasi akan
              merembet ke pekerja umum (swasta) dan masyarakat biasa yang jumlahnya sangat masif.

              Di sisi lain, pekerja swasta sudah menanti untuk divaksinasi, begitu juga pekerja migran. Seperti
              halnya sektor lain, penempatan pekerja migran juga terpuruk.

              BP2MI mencatat penempatan pekerja migran pada 2018 sebanyak 283.640 orang, pada 2019
              menjadi 276.553 orang dan pada 2020 menukik lagi karena hanya sekitar 42.000 orang dari
              113.173 pekerja migran yang diizinkan berangkat atau hanya 37 persen.

              Angka  itu  sudah  pasti  jauh  berkurang  jika  dibandingkan  dengan  sebelum  moratorium
              (penghentian sementara) penempatan ke Timur Tengah yang angkanya bisa mencapai 1,2 juta
              orang per tahun.

              Meski Kemenaker di awal tahun ini sudah menerbitkan izin penempatan ke 17 negara, termasuk
              Saudi Arabia, UEA, dan Qatar, minus Jepang dan Taiwan, pemenuhan syarat kesehatan calon
              pekerja migran menjadi krusial.

              Prioritas Ketua Himsataki (organisasi penempatan pekerja migran) Tegap Harjadmo minta dalam
              masa tahapan pemulihan saat ini, Kementerian Kesehatan mengeluarkan regulasi yang memberi
              kemudahan bagi pekerja migran untuk divaksin.

              Hal itu, karena.

              Selama ini, kontribusi pekerja migran dalam mengurangi pengangguran sangat signifikan, begitu
              juga  dalam  pemulihan  perekonomian  karena  mendatangkan  devisa  sebesar  Rp158,92  triliun
                                                           194
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200