Page 194 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 194
Judul Vaksinasi sebagai akselator penempatan pekerja migran
Nama Media antaranews.com
Newstrend Penempatan Tenaga Kerja
Halaman/URL https://www.antaranews.com/berita/2081622/vaksinasi-sebagai-
akselator-penempatan-pekerja-migran
Jurnalis Erafzon Saptiyulda AS
Tanggal 2021-04-05 12:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pandemi COVID-19 sudah lebih setahun merajalela di Indonesia, juga dunia. Dampaknya bukan
sekadar pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menghantam hampir di semua sektor. Di sektor
sosial, hubungan kemasyarakatan tidak seperti dahulu, berdekatan, berbincang akrab dalam
jarak dekat. Saat ini harus berjarak dan menggunakan masker, tidak berkerumun dan disarankan
acap cuci tangan dengan sabun atau menggunakan penyanitasi tangan.
VAKSINASI SEBAGAI AKSELATOR PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN
Jakarta - Pandemi COVID-19 sudah lebih setahun merajalela di Indonesia, juga dunia.
Dampaknya bukan sekadar pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menghantam hampir di
semua sektor.
Di sektor sosial, hubungan kemasyarakatan tidak seperti dahulu, berdekatan, berbincang akrab
dalam jarak dekat. Saat ini harus berjarak dan menggunakan masker, tidak berkerumun dan
disarankan acap cuci tangan dengan sabun atau menggunakan penyanitasi tangan.
Kehidupan beragama juga mengalami perubahan, khususnya pada ibadah yang dilakukan
bersama di masjid. Masih segar di ingatan, umat Islam harus Shalat Tarawih di rumah, begitu
juga Shalat Idul Fitri pada 1441 Hijriah.
Ramadhan tahun ini, pemerintah dan MUI mengizinkan untuk Shalat Tarawih dan Shalat Idul
Fitri di masjid atau di lapangan. Jika mengacu pada hal itu, kondisinya lebih baik, meski protokol
kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan ketat.
Di bidang ekonomi, banyak sektor terpukul. Pengangguraan melonjak. Menurut data BPS
sebanyak 2,56 juta warga diberhentikan dari pekerjaannya dan sekitar 24 juta mengalami
pengurangan jam kerja.
Sementara itu, Kadin mencatat sekitar 6,4 juta pekerja dirumahkan dan diberhentikan dari
pekerjaannya pada 2020.
193

