Page 196 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2021
P. 196

pada 2018, meningkat sedikit menjadi Rp158,96 triliun pada 2019, dan turun drastis menjadi
              Rp106,2 triliun hingga September 2020.
              Dengan dibukanya penempatan ke 17 negara itu, maka pemerintah hendaknya juga membuka
              akses vaksinasi  bagi  pekerja  migran. Meski  belum  ada  pernyataan  resmi,  otoritas  haji  Saudi
              diyakini mensyaratkan vaksinasi bagi calon haji pada 2021.

              Agaknya, hal yang sama berlaku bagi calon pekerja migran Indonesia. Vaksinasi massal bagi
              mereka menjadi keharusan ke depan sebagai konsekuensi lagi pembukaan penempatan ke 17
              negara itu. Hingga saat ini baru Pemda Bali yang memfasilitasi vaksinasi bagi 5.000 pelaut yang
              telah  meneken  kontrak  dan  siap  berangkat  hingga  Juni  mendatang  dan  26.000  lainnya
              menunggu keberangkatan.

              Himsataki juga mencatat 88.973 calon pekerja migran yang tertunda proses penempatannya
              akibat kebijakan penghentian dari negara tujuan yang sebagian besar calon pekerja untuk 10
              jabatan yang akan dibebaskan biaya penempatannya, dan lebih kurang 50 persen untuk negara
              penempatan Taiwan dan Hong Kong.

              Vaksinasi bagi pekerja migran sudah selayaknya jadi prioritas ketika angka pengangguran terus
              meningkat sementara peluang kerja dalam negeri terus menipis dan ekonomi belum bangkit.

              Perlindungan pada mereka merupakan suatu keharusan dengan mempersiapkan sejak awal, dari
              sisi kesehatan, pelatihan ketrampilan, penguasaan bahasa, budaya kerja negara setempat, dan
              reaksi cepat jika mereka menghadapi masalah.

              Permasalahan pasti ada, bahkan bagi pekerja di dalam negeri. Perselisihan hubungan industrial
              dan dengan majikan juga terjadi di Tanah Air. Problemanya, bagaimana memberi perlindungan
              komprehensif  bagi  mereka  yang  bermasalah  jika  bekerja  di  luar  negeri,  meskipun  angkanya
              relatif kecil. Dan, permasalahan kemanusiaan tidak layak dinilai dari angka tetapi bagaimana
              negara menyelesaikan masalah mereka.






































                                                           195
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201