Page 38 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 38

Menurut dia, permasalahan mendasar yang banyak menjadi hambatan berinvestasi di sektor ini
              adalah  masih  adanya  kewajiban  analisis  dampak  lalu  lintas.  "Ini  yang  banyak  dimanfaatkan
              sebagai pungli di daerah. Bagi saya,, aturan itu hanya perlu pada kawasan-kawasan perumahan
              yang  besar.  Kalau  yang  kecil-kecil,  misalnya  untuk  bangun  rumah  klaster,  ya  tidak  perlu,"
              ungkapnya kemarin.

              UU  baru  ini  antara  lain  mengatur  bidang  transportasi,  seperti  pembentukan  badan  hukum,
              trayek, dan hal-hal yang terkait kegiatan sektor transportasi, baik udara, darat, maupun laut
              serta perkeretaapian.

              Tangisan hingga WO

              Pengesahan  RUU  Cipta  Kerja  kemarin  banyak  diwarnai  drama  politik,  mulai  hujan  interupsi,
              mematikan mikrofon dari meja pimpinan DPR, tangisan saat pembacaan sikap fraksi hingga WO.
              Ketua DPR Azis Syamsuddin yang memimpin rapat pun sempat bersitegang dengan anggota FPD
              Benny  K  Harmari.  Pemicunya,  Azis  menawarkan  Menko  Perekonomian  Airlangga  Hartarto
              membacakan pandangan akhir pemerintah lebih dahulu, baru dilanjutkan pandangan fraksi.

              Benny mengatakan, sesuai dengan mekanisme, UU dan sesuai konvensi di DPR, fraksi-fraksi
              biasanya  menyampaikan  pandangan  dulu.  Namun,  Azis  menegaskan  bahwa  pandangan  dari
              fraksi-fraksi telah disampaikan Baleg secara terperinci.
              Pelaksana Harian Ketua Fraksi PAN Saleh Daulay pun ikut menginterupsi. Dia menegaskan bahwa
              dalam rapat Bamus sudah ada diskusi serupa dan sudah disepakati. Jika ada satu fraksi saja
              yang membacakan pandangan mini fraksinya, seluruh fraksi harus membacakan pandangannya.
              Untuk itu, dia mengusulkan setiap fraksi membacakan sikapnya dan di batasi lima menit per
              fraksi sehingga hanya memakan waktu 45 menit.

              Azis pun mempersilakan setiap fraksi menyampaikan pandangannya terkait RUU Cipta Kerja di
              masing-masing  kursi.  Tetapi  karena  ada  gangguan  mikrofon,  setiap  jubir  fraksi  dipersilakan
              membacakan sikap di atas podium. "Karena ada problem, kami minta masing-masing fraksi maju
              ke depan, lima menit saja ya," kata Azis, Lalu, Benny menawar untuk diberikan 10 menit, tetapi
              Azis tidak menyetujuinya.

              Azis kemudian mempersilakan dari Fraksi PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB yang semuanya
              menyetujui  secara  bulat.  Disambung  Demokrat  dan  PKS  yang  secara  tegas  menolak.  Hanya
              Fraksi PAN  menyetujui dengan  syarat.  Anggota  Fraksi  PAN  Ali  Taher  Parasong  membacakan
              sikap PAN dengan isak dan air mata. Dan terakhir, PPP yang menyetujui secara bulat.

              Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, RUU ini telah dapat diselesaikan oleh pemerintah dan
              DPR  melalui  pembahasan  yang  intensif  terbuka,  cermat,  dan  mengutamakan  kepentingan
              nasional, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

              "Melalui UU Cipta Kerja, diharapkan dapat membangun ekosistem berusaha di Indonesia yang
              lebih baik dan dapat mempercepat terwujudnya kemajuan Indonesia," ujar Puan.

              Menurut Ketua DPP PDIP ini, apabila UU ini masih dirasakan oleh sebagian masyarakat belum
              sempurna  maka  sebagai  negara  hukum,  terbuka  ruang  untuk  dapat  menyempurnakan  UU
              tersebut melalui mekanisme yang sesuaiketentuan peraturan perundang-undangan yakni judicial
              review ke Mahkamah Konstitusi.

              "DPR melalui fungsi pengawasan akan terus mengevaluasi saat UU tersebut dilaksanakan dan
              akan memastikan bahwa undang-undang tersebut dilaksanakan untuk kepentingan nasional dan
              kepentingan rakyat Indonesia," katanya.

              kiswondari/ abdul rochim/ ichsan amin

                                                           37
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43