Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 43

negative - Tribunnews (None) Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja terlalu terburu-buru
              padahal banyak pasal substantif yang harus dikaji secara lebih mendalam
              negative  -  Bhima  Yudhistira  Adhinegara  (Pengamat  Ekonom  Institute  for  Development  of
              Economics  and  Finance  (Indef))  Ini  kontradiktif  terhadap  upaya  meningkatkan  kemandirian
              pangan. pemerintah buat food estate, cetak sawah tapi pintu impor dibuka sebebas-bebasnya
              melalui omnibus law cipta kerja. Ketika ditanya mana kajiannya, mereka tidak bisa jawab. kan
              ini lucu ya

              negative  -  Bhima  Yudhistira  Adhinegara  (Pengamat  Ekonom  Institute  for  Development  of
              Economics and Finance (Indef)) Hal ini karena Investor dari negara maju sangat memandang
              serius hak-hak pekerja. Decent labor dan fair labor itu menjadi standar investasi internasional.
              Msalnya ada pabrik tekstil mau relokasi ke Indonesia, kemudian dilihat ternyata hak-hak pekerja
              dengan disahkannya omnibus law berkurang signifikan

              neutral  -  Bhima  Yudhistira  Adhinegara  (Pengamat  Ekonom  Institute  for  Development  of
              Economics and Finance (Indef)) Ini kemudian membuat brand internasional urung berinvestasi
              dan mencari negara lain. sayangnya yang membuat omnibus law cipta kerja ini tidak menyadari
              kesalahan fatal tersebut



              Ringkasan

              DPR RI mengesahkan  Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang
              dalam sidang paripurna yang berlangsung, Senin (5/10/2020). Sidang dipimpin Wakil Ketua DPR
              RI  Azis  Syamsuddin.    RUU  Cipta  Kerja  disahkan  menjadi  Undang-Undang  setelah  mendapat
              persetujuan dari sebagian besar Fraksi di DPR.



              DAFTAR PASAL KONTROVERSIAL UU CIPTA KERJA YANG DINILAI RUGIKAN
              BURUH, 7 POIN INI JADI SOROTAN

              DPR RI mengesahkan  Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi undang-undang
              dalam sidang paripurna yang berlangsung, Senin (5/10/2020). Sidang dipimpin Wakil Ketua DPR
              RI  Azis  Syamsuddin.  RUU  Cipta  Kerja  disahkan  menjadi  Undang-Undang  setelah  mendapat
              persetujuan dari sebagian besar Fraksi di DPR.
              "Kepada seluruh anggota, saya memohon persetujuan dalam forum rapat peripurna ini, bisa
              disepakati?" tanya Azis Syamsuddin selaku pemimpin sidang paripurna dikutip dari siaran TV
              Parlemen kanal YouTube DPR RI.

              "Setuju,"  ungkap  mayoritas  anggota  yang  hadir.  Azis  kemudian  mengetok  palu  tanda
              persetujuan pengesahan.

              Dengan demikian, pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja telah tuntas diselesaikan DPR dan
              pemerintah setelah melalui bahasan maraton pada Sabtu (3/10/2020) malam. Dalam rapat kerja
              pengambilan keputusan Sabtu malam lalu, hanya dua dari sembilan fraksi yang menolak hasil
              pembahasan RUU Cipta Kerja.

              Dua fraksi tersebut adalah PKS dan Partai Demokrat. Kedua Fraksi menyatakan menolak RUU
              Cipta Kerja disahkan menjadi undang-undang. Namun, sejak awal isi Omnibus Law UU Cipta
              Kerja ini diprotes buruh dari berbagai elemen. Lalu apa saja sebenarnya hal-hal dalam RUU ini
              yang membuat buruh sangat keberatan?  Berdasar catatan Tribunnews, setidaknya ada tujuh



                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48