Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 46

Hal  itu  akan  merugikan  petani,  hanya  karena  ditekan  pihak  asing  lalu  regulasi  perlindungan
              petani dirubah secepat kilat.
              "Ini  kontradiktif  terhadap  upaya  meningkatkan  kemandirian  pangan.  pemerintah  buat  food
              estate, cetak sawah tapi pintu impor dibuka sebebas-bebasnya melalui omnibus law cipta kerja.
              Ketika ditanya mana kajiannya, mereka tidak bisa jawab. kan ini lucu ya," ucapnya.

              Kemudian,  terkait  pasal  di  klaster  ketenagakerjaan  juga  dibahas  tanpa  memperhitungkan
              dampak pada nasib pekerja yang rentan kena PHK.

              Pesangon dikurangi padahal, semua tahu dalam kondisi resesi, pekerja butuh perlindungan.

              Menurutnya, jika model regulasi yang mengatur banyak hal dibahas secepat ini, dia khawatir
              investasi justru tidak naik pasca-omnibus law diserahkan.

              "Hal ini karena Investor dari negara maju sangat memandang serius hak-hak pekerja. Decent
              labor dan fair labor itu menjadi standar investasi internasional. Msalnya ada pabrik tekstil mau
              relokasi ke Indonesia, kemudian dilihat ternyata hak-hak pekerja dengan disahkannya omnibus
              law berkurang signifikan," ujarnya.

              "Ini  kemudian  membuat  brand  internasional  urung  berinvestasi  dan  mencari  negara  lain.
              sayangnya yang membuat omnibus law cipta kerja ini tidak menyadari kesalahan fatal tersebut,"
              tegas Bhima Yudhistira.

















































                                                           45
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51