Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 48
2020-2021," kata Ketua DPR RI Puan Maharani saat menutup Rapat Parpipurna DPR RI, Senin
(5/10).
Masa reses adalah masa para anggota dewan beraktivitas di luar gedung parlemen. Mereka
ditugasi kembali ke dapil masing-masing untuk menyerap aspirasi. Hanya sebagian anggota yang
menetap di Jakarta untuk menjalani piket secara bergantian. Dalam rapat itu, DPR mengesahkan
RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang. Padahal penolakan di publik begitu kuat, baik dari
rencana mogok kaum buruh maupun gerakan tagar di Twitter.
RUU usulan Presiden Joko Widodo itu sah setelah mendapat persetujuan penuh dari dari enam
fraksi, yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, dan PPP menyetujui. Fraksi PAN menyatakan
setuju dengan catatan, sedangkan PKS dan Demokrat menolak draf RUU.
Rapat sempat diwarnai berbagai drama. Misalnya sabotase mikrofon oleh Ketua DPR RI Puan
Maharani saat Anggota Fraksi Demokrat Irwan Fecho meminta penundaan RUU Cipta Kerja. Hal
itu terjadi sesaat sebelum palu diketok. Irwan mengatakan pengesahan perlu ditunda karena
masih banyak penolakan. Namun usulan itu disoraki anggota fraksi lain.
Saat itu, pimpinan rapat Azis Syamsudin memberi kode pada Ketua DPR Puan Maharani di meja
pimpinan. Tangan Puan terlihat memencet tombol, mikrofon Irwan pun mati. "Kawan-kawan,
kalau mau dihargai tolong menghar...," tanda mikrofon dimatikan berbunyi, suara Irwan hilang
seketika.
"Sudah dibahas di rapat kerja, rapat panja, rapat timmus (tim perumus), dan rapat timsin (tim
sinkronisasi) yang ada perwakilan Demokrat," ucap Azis menyudahi kesempatan Irwan.
Akhir rapat itu juga diwarnai drama walkout oleh Fraksi Demokrat. Benny Kabur Harman yang
sejak awal bersetery dengan Azis Syamsudin, memimpin rekan-rekannya meninggalkan ruangan.
"Maka kami Demokrat menyatakan walkout dan tidak bertanggung jawab (atas RUU Ciptaker,"
pungkasnya.
(dhf/arh).
47