Page 757 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 757

formal.  Dengan  disahkannya  Omnibus  Law,  apakah  mau  dibikin  5-15  persen  saja  jumlah
              karyawan tetap? No job security untuk Buruh Indonesia, apa ini tujuan investasi?
              negative  -  Said  Iqbal  (Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia)  Dari  tujuh  isu  hasil
              kesepakatan  tersebut,  buruh  menolak  keras.  Karena  itulah,  sebanyak  dua  juta  buruh  sudah
              terkonfirmasi akan melakukan mogok nasional yang berlokasi di lingkungan perusahaan masing-
              masing



              Ringkasan

              Ada  sekitar  32  federasi  dan  konfederasi  buruh  di  Indonesia  telah  memutuskan  akan
              melaksanakan unjuk rasa serempak secara nasional yang diberi nama Mogok Nasional.

              UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) bersyarat dan UMSK (Upah Minimum Sektoral Provinsi)
              dihapus, buruh menolak keras kesepakatan ini. Menurut  Said Iqbal  , UMK tidak perlu bersyarat
              dan UMSK harus tetap ada. Karena UMK tiap kabupaten/kota berbeda nilainya.

              "Tidak adil, jika sektor otomotif seperti Toyota, Astra dan lain-lain atau sektor pertambangan
              seperti Freeport, Nikel di Morowali dan lain-lain, nilai UMK-nya sama dengan perusahan baju
              atau perusahaan kerupuk. Karena itulah, di seluruh dunia ada Upah Minimum Sektoral yang
              berlaku sesuai kontribusi nilai tambah tiap-tiap industri terhadap PDB negara," terang  Said Iqbal.



              TOLAK OMNIBUS LAW CIPTA KERJA, 2 JUTA BURUH BAKAL GELAR MOGOK
              NASIONAL

              Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani  , JAKARTA  - Ada sekitar 32 federasi dan
              konfederasi  buruh  di  Indonesia  telah  memutuskan  akan  melaksanakan  unjuk  rasa  serempak
              secara nasional yang diberi nama Mogok Nasional.
              Hal ini sebagai bentuk penolakan terhadap 10 isu yang diusung oleh buruh dalam Omnibus Law
              Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

              Sepuluh isu tersebut adalah berkaitan dengan PHK, sanksi pidana bagi pengusaha, TKA, UMK
              dan UMSK, pesangon, karyawan kontrak seumur hidup, outsourcing seumur hidup, waktu kerja,
              cuti dan hak upah atas cuti, serta jaminan kesehatan dan jaminan pensiun bagi pekerja kontrak
              outsourcing.

              "Sepuluh isu tersebut telah dibahas oleh pemerintah bersama Panja Baleg RUU Cipta Kerja DPR
              RI selama 5-7 hari dan sudah menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak. Sabtu (3/10/2020)
              sudah diputuskan oleh pemerintah dan DPR RI untuk dibawa ke dalam Rapat Paripurna DPR RI
              untuk disahkan menjadi undang-undang," tutur Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia
              (KSPI), Said Iqbal melalui keterangan resmi, Senin (5/10/2020).
              Menyikapi rencana pemerintah dan DPR RI yang akan mengesahkan RUU Cipta Kerja dalam
              sidang Paripurna DPR RI, maka  KSPI  dan Buruh Indonesia beserta 32 Federasi Serikat Buruh
              lainnya menyatakan menolak Omnibus Law Cipta Kerja dan akan mogok nasional pada tanggal
              6-8 Oktober 2020.
              Hal ini sesuai mekanisme UU No 9 tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat
              di muka umum dengan Tolak Omnibus Law Cipta Kerja.





                                                           756
   752   753   754   755   756   757   758   759   760   761   762