Page 848 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 848

Hal ini disampaikan oleh pengamat ekonomi Universitas Diponegoro Prof Dr FX Sugiyanto. Dia
              menilai  RUU  Cipta  Kerja  diperlukan  untuk  mempermudah  investasi  yang  akhirnya  membuka
              lapangan pekerjaan.

              Sugiyanto menilai RUU Cipta Kerja memiliki semangat yang baik untuk mengatasi hambatan-
              hambatan  regulasi.  Selama  ini,  praktik  implementasi  perundang-undangan  seringkali  terjadi
              ketidaksesuaian  antar  undang-undang.  Dia  juga  menilai,  ada  peraturan  yang  saling  timpang
              tindih, terutama terkait investasi.

              Menurutnya, RUU Cipta Kerja pada dasarnya menyinkronkan dan mengurangi hambatan yang
              terjadi secara parsial karena berlakunya sebuah undang-undang.

              Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro ini setuju jika RUU Cipta Kerja
              disahkan menjadi UU agar hambatan yang selama ini muncul dan pasti akan terjadi itu mulai
              dipangkas.

              "Saya banyak menemui hambatan bagi dunia usaha, terutama di daerah yang tidak bisa berjalan
              akibat terbentur regulasi. RUU ini diharapkan mampu mengefektifkan regulasi dunia usaha agar
              perekonomian bisa berjalan dengan efektif," pungkasnya.

              Untuk  itu  Sugiyanto  berharap  RUU  Cipta  Kerja  segera  disahkan  karena  akan  yakin  akan
              "menolong" perekonomian Indonesia yang menurun karena Covid-19.

              "Kalau dilihat, Omnibuslaw ini dibuat sebelum pandemi. Jadi sebenarnya RUU ini dibutuhkan.
              Apalagi  saat  ini  pandemi,  jadi  menurut  saya  tidak  ada  salahnya  segera  disahkan  guna
              mempercepat pemulihan ekonomi," ujarnya.













































                                                           847
   843   844   845   846   847   848   849   850   851   852   853