Page 850 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 850

kehutanan, UU bidang pertanian, UU bidang UMKM, UU bidang perkoperasian, dan UU bidang
              perumahan.
              Meski tidak sedikit yang menentang, terutama organisasi pekerja, RUU Cipta Kerja memberikan
              manfaat sangat besar bagi ekonomi Indonesia. Selama ini, investasi di Indonesia tergolong high
              cost,  birokrasi  lamban  dalam  memberikan  pelayanan,  tidak  ada  kepastian,  dan  aturan
              ketenagakerjaan yang berat sebelah.

              Disebut berat sebelah karena UU terlalu pro-pekerja. Sementara tingkat produktivitas pekerja
              masih rendah dan angka pengangguran di Tanah Air masih besar. Pekerja yang harus dipecat
              karena  melakukan  pelanggaran  berat  harus  diberikan  pesangon  besar  oleh  perusahaan.
              Perusahaan yang tak mampu lagi beroperasi sulit untuk ditutup.

              UU  Ketenagakerjaan  mestinya  pro-bisnis,  yakni  memberikan  kemudahan  kepada  dua  pihak,
              pekerja dan pemberi kerja. Tidak ada satu pun kegiatan bisnis yang bisa berjalan hanya oleh
              satu pihak, melainkan harus melibatkan keduanya.
              Serikat Pekerja perlu melihat RUU Cipta Kerja dengan fair. Perlindungan terhadap pekerja cukup
              optimal.  RUU  ini  memberikan  kepastian  perlindungan  bagi  pekerja  Perjanjian  Kerja  Waktu
              Tertentu (PKWT) melalui pemberian jaminan kompensasi.

              Dalam  soal  PHK,  RUU  Cipta  Kerja  tetap  mengikuti  persyaratan  yang  diatur  dalam  UU
              Ketenagakerjaan. RUU Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti haid, cuti hamil yang telah diatur
              dalam UU Ketenagakerjaan.

              RUU  ini  juga  memberikan  kepastian  dalam  pemberian  pesangon.  Pemerintah  menerapkan
              Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dengan tidak mengurangi manfaat JKK, J Km, JHT,
              dan JP serta tidak menambah beban iuran dari pekerja atau pengusaha. Dengan ketentuan ini,
              nasib pekerja terlindungi.

              Alih daya atau outsourcing diatur dalam UU dengan tetap memperhatikan Putusan MK. Praktik
              alih daya tidak dihapus, tapi diatur dengan memperhatikan hak pekerja.

              Dalam  RUU  Cipta  Kerja,  UMKM  diberikan  kemudahan  dan  kepastian  dalam  proses  perizinan
              dengan melakukan pendaftaran secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). UMKM
              juga dipermudah dalam mendaftarkan hak intelektual dan mendirikan perusahaan terbuka (PT)
              perseorangan.

              Nasib  petani  dan  nelayan  juga  mendapat  perhatian  serius.  Dalam  RUU  Cipta  Kerja,  reforma
              agraria dipercepat dan para nelayan diberikan modal kerja dan pelatihan untuk bersaing.

              Banyak kemudahan dalam RUU Cipta Kerja untuk mendorong kemajuan industri. Kelima bidang
              industri yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0 akan mendapat akselerasi.
              Sudah sejak 2014, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5% per tahun dan tahun ini,
              pandemi Covid-19 menjungkalkan ekonomi Indonesia ke jurang resesi. Kehadiran UU Cipta Kerja
              bukan  hanya  untuk  memulihkan  ekonomi  dari  resesi,  melainkan  penting  bagi  transformasi
              ekonomi.

              Setelah  75  tahun  merdeka,  Indonesia  harus  mempersiapkan  kualitas  SDM  dan  melakukan
              transformasi ekonomi guna melahirkan generasi emas di tahun 2045. Indonesia menargetkan
              menjadi top five dalam produk domestik bruto (PDB), saat Indonesia merayakan kemerdekaan
              ke-100.






                                                           849
   845   846   847   848   849   850   851   852   853   854   855